Sementara, Suparman yang diminta berbicara tentang tema Peran Dosen Katolik dalam Pembangunan Nasional justru meminta para profesor atau para dosen memberikan rekomendasi seputar kebijakan izin pembangunan rumah ibadah.
Dirjen Suparman juga berharap mendapatkan masukan dari Rakernas IKDKI bagi kelancaran tugasnya dalam mengurus 8,6 juta penduduk Katolik Indonesia saat ini.
Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro mengajak IKDKI untuk terlibat aktif dalam upaya peningkatan indeks pendidikan di Indonesia sebagai perwujudan tugas sebagai seorang Katolik, yakni menjadi terang dan garam dunia.
Purnomo berharap para dosen Katolik mengikuti perubahan dan dinamika dunia. Sebab menurutnya, dunia ini sedang berlari bersama perubahan yang menyertai dengan cepat pula.
“Siapa yang bisa mengikuti perubahan tersebut secara aktif, maka ia akan bertahan. Kalau yang tidak bisa mengikuti perubahan, ia akan tersisih. Karena itu, silakan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi sangat cepat saat ini,” tegasnya.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Ketua IKDKI, Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan mengatakan, perhatian pihak Gereja terhadap para dosen Katolik di kampus non-Katolik masih minim. ”Bahkan, tidak ada yang memperhatikan mereka. Kalau kita tidak membantu mereka, minimal IKDKI menjadi wadah yang baik dan kondusif untuk kolabirasi ke depan,” kata rektor Universitas Tarumanegara ini.D|Red