Dukung Palestina, Fadli Zon Siap Bangun Museum Genosida dan Bantu Fasilitas Pendidikan

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen pertemuan antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan delegasi kemanusiaan Palestina yang dipimpin Taysir Hamdan Sulaiman di kantor Kemenbud, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, mereka membahas rencana pembangunan Museum Genosida dan bantuan pendidikan, serta ditutup dengan pertukaran cenderamata. Foto: Ist.

Momen pertemuan antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan delegasi kemanusiaan Palestina yang dipimpin Taysir Hamdan Sulaiman di kantor Kemenbud, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, mereka membahas rencana pembangunan Museum Genosida dan bantuan pendidikan, serta ditutup dengan pertukaran cenderamata. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Delegasi kemanusiaan Palestina yang dipimpin oleh Taysir Hamdan Sulaiman melakukan kunjungan resmi ke Kementerian Kebudayaan dan bertemu dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Selasa (5/5/2026) siang. Pertemuan ini membahas berbagai isu strategis, mulai dari bantuan kemanusiaan hingga rencana pembangunan Museum Genosida di Indonesia untuk dukung Palestina.

Turut hadir mendampingi Taysir dalam pertemuan tersebut antara lain Fahmi Salim selaku Direktur Baitul Maqdis Institute, Ilham Aznun selaku Direktur Amanah Kemanusiaan Global (AMAL) Jabodetabek, serta aktivis kemanusiaan Neno Warisman.

Dalam kesempatan itu, Taysir menyampaikan kondisi terkini yang dialami rakyat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan yang cukup berat. Ia mengajak masyarakat internasional, termasuk Indonesia, untuk terus hadir dan membantu proses pemulihan sosial serta pendidikan di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu permohonan utama yang disampaikan adalah dukungan untuk pengembangan fasilitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus, terutama di kawasan Kota Al-Quds. Selain itu, delegasi juga meminta dukungan agar dapat menyelenggarakan seminar-seminar kemanusiaan di berbagai kampus di Indonesia.

BACA JUGA:  Jabatan Kaster TNI Dihidupkan Kembali Lewat Mutasi

Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat solidaritas masyarakat terhadap perjuangan bangsa Palestina. Taysir juga menyinggung kehadiran personel TNI yang rencananya akan ditugaskan di Gaza, dan mengajak mereka serta seluruh rakyat Indonesia untuk tetap menunjukkan dukungan yang nyata.

Di sisi lain, Fahmi Salim dan Neno Warisman turut mengusulkan sebuah inisiatif penting, yaitu pembangunan Museum Genosida Palestina di Indonesia. Gagasan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang kuat serta pengingat sejarah atas berbagai tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi.

Menanggapi sejumlah usulan tersebut, Menteri Fadli Zon menyampaikan apresiasi yang tinggi dan menegaskan komitmen kuat pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Fadli menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan siap mendukung penuh rencana bantuan fasilitas pendidikan, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Al-Quds. Pihaknya juga akan memberikan rekomendasi dan dukungan agar seminar-seminar kemanusiaan dapat terlaksana dengan baik di berbagai perguruan tinggi.

BACA JUGA:  Menko PM Instruksikan Penggunaan Produk Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis, Dorong Ekonomi Masyarakat

Terkait usulan pembangunan Museum Genosida, Fadli menyambutnya dengan sangat baik. Ia menilai gagasan tersebut sangat strategis dan memiliki nilai penting dalam membangun kesadaran sejarah serta nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat luas.

Dalam pertemuan itu, Fadli juga menjelaskan mengenai rencana pengiriman personel TNI ke Gaza yang dideklarasikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, personel yang dikirim adalah unit medis dan zeni atau teknik yang fokus pada misi kemanusiaan murni.

“Mereka akan membantu proses rehabilitasi infrastruktur dan pemulihan trauma pascakonflik, bukan dalam kapasitas tempur,” jelas Fadli menegaskan sifat misi tersebut.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini ditutup dengan pertukaran cenderamata. Taysir menyerahkan secara simbolis pasir dari tanah Al-Quds sebagai lambang Masjid Al-Aqsa dan harapan kemerdekaan, sementara Fadli Zon memberikan buku berjudul ‘The History of Wayang’ sebagai representasi budaya Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siapkan Tenaga Kerja untuk Industri EV, Kemnaker Gandeng Dunia Usaha
Rupiah Tertekan, BI Terapkan 7 Langkah Strategis, Batas Beli Dolar Turun Jadi 50 Ribu
Sakit Parah dan Harus Operasi, Nadiem Makarim Minta Pindah Penahanan
Saksi BAIS Bantah Ada Perintah Khusus: Terdakwa Bertindak Sendiri karena Sakit Hati
Sidang Kasus Andrie Yunus, Hakim Minta Ahli Kimia Jelaskan Kandungan Air Keras
Jimly Asshiddiqie: Mekanisme Pilih Kapolri Tetap Seperti Sekarang
Granat Aktif Ditemukan di Perkebunan Banyuwangi, Polisi Lakukan Peledakan Terkendali
Kasus Grace Natalie Jadi Urusan Pribadi, PSI Tegas Tak Beri Bantuan Hukum

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:56 WIB

Siapkan Tenaga Kerja untuk Industri EV, Kemnaker Gandeng Dunia Usaha

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:20 WIB

Rupiah Tertekan, BI Terapkan 7 Langkah Strategis, Batas Beli Dolar Turun Jadi 50 Ribu

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:48 WIB

Sakit Parah dan Harus Operasi, Nadiem Makarim Minta Pindah Penahanan

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:36 WIB

Saksi BAIS Bantah Ada Perintah Khusus: Terdakwa Bertindak Sendiri karena Sakit Hati

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:17 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Hakim Minta Ahli Kimia Jelaskan Kandungan Air Keras

Berita Terbaru