ESA Menghasilkan Gambar Gerhana Buatan Pertama dengan Observatorium Satelit Proba-3

Kamis, 19 Juni 2025 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Gerhana Matahari Buatan Dari Proba 3. (Foto : Ist.)

Foto Gerhana Matahari Buatan Dari Proba 3. (Foto : Ist.)

Medan-Mediadelegasi : Badan Antariksa Eropa (ESA) telah meluncurkan observatorium satelit baru yang dapat menghasilkan gambar gerhana buatan. Proyek ini dinamakan Proba-3, dan terdiri dari dua pesawat ruang angkasa terpisah yang terbang dalam formasi yang tepat.

Proba-3 dapat menghasilkan gambar gerhana buatan dengan menggunakan dua pesawat ruang angkasa yang terpisah sejauh 150 meter. Salah satu pesawat ruang angkasa, Occulter, menghalangi cakram Matahari, sementara pesawat ruang angkasa lainnya, Coronagraph, mengambil gambar pengamatan korona dalam panjang gelombang yang berbeda.

Gambar gerhana buatan yang dihasilkan oleh Proba-3 sangat mirip dengan gambar yang diambil selama gerhana alami. Namun, Proba-3 dapat menciptakan gerhana setiap 19,6 jam orbit sekali, sementara gerhana Matahari total hanya terjadi secara alami sekitar sekali atau dua kali setahun.

Selain itu, gerhana total alami hanya berlangsung beberapa menit, sementara Proba-3 dapat menciptakan gerhana buatannya yang berlangsung hingga enam jam. Ini memungkinkan para peneliti untuk mempelajari korona Matahari dengan lebih detail.

Gambar yang dihasilkan oleh Proba-3 menunjukkan sifat-sifat korona Matahari yang panasnya berbeda. Gambar berwarna hijau tua menunjukkan besi terionisasi yang telah kehilangan elektron karena suhu tinggi, sementara gambar berwarna kuning menunjukkan helium.

Peneliti utama ASPIICS, Andrei Zhukov, menyebutkan bahwa gambar ‘gerhana buatan’ mereka sebanding dengan gambar yang diambil selama gerhana alami. “Kami dapat menciptakan gerhana setiap 19,6 jam orbit sekali, sementara gerhana Matahari total hanya terjadi secara alami sekitar sekali atau dua kali setahun,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ahmad Ridha Sabana Akui Pendaftaran Parpol Jauh Lebih Mudah

Zhukov juga menyebutkan bahwa Proba-3 dapat menghasilkan gambar yang lebih detail dan akurat tentang korona Matahari. “Gambar yang dihasilkan menunjukkan struktur lingkaran yang terkait dengan semburan Matahari,” tambahnya.

Proba-3 masih dalam tahap komisioning, dengan sistemnya menjalani pengujian ekstensif untuk memastikannya berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, pengamatan yang diambil selama tahap ini dapat digunakan untuk penelitian dan analisis.

Para peneliti menyebutkan bahwa ini hanyalah awal dari perjalanan Proba-3, dan wilayah baru yang lebih berani dalam pembentukan wahana antariksa. “Dengan gerhana Matahari yang dapat diamati setiap 20 jam, kami berharap akan segera mempelajari lebih banyak tentang Matahari kita yang liar dan indah,” kata para peneliti.

Proba-3 diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam memahami korona Matahari dan fenomena yang terkait dengannya. Dengan kemampuan untuk menghasilkan gambar gerhana buatan, Proba-3 dapat membantu para peneliti untuk mempelajari korona Matahari dengan lebih detail.

Gambar yang dihasilkan oleh Proba-3 juga dapat membantu para peneliti untuk memahami struktur dan dinamika korona Matahari. “Gambar yang dihasilkan menunjukkan pita helm dalam cahaya putih,” kata Zhukov.

BACA JUGA:  TNI/Polri dan Satgas Covid-19 Sebar Brosur Sosialisasi PPKM Darurat

Selain itu, Proba-3 juga dapat bekerja sama dengan pengamatan simultan lainnya untuk mempelajari korona Matahari. Proba-2 dapat menangkap Matahari itu sendiri dalam cahaya ultraviolet ekstrem, sementara Proba-3 menangkap korona dan observatorium surya ESA SOHO berfokus pada atmosfer luar.

Dengan demikian, Proba-3 dapat memberikan kontribusi besar dalam memahami korona Matahari dan fenomena yang terkait dengannya. “Kami berharap bahwa Proba-3 dapat membantu kita untuk memahami lebih banyak tentang Matahari kita,” kata para peneliti.

Proba-3 merupakan contoh dari kemampuan ESA dalam mengembangkan teknologi yang canggih untuk mempelajari alam semesta. Dengan Proba-3, ESA dapat memberikan kontribusi besar dalam memahami korona Matahari dan fenomena yang terkait dengannya.

Dalam jangka panjang, Proba-3 diharapkan dapat membantu para peneliti untuk memahami lebih banyak tentang Matahari dan korona Matahari. “Kami berharap bahwa Proba-3 dapat membantu kita untuk memahami lebih banyak tentang Matahari kita yang liar dan indah,” kata para peneliti.

Dengan demikian, Proba-3 dapat menjadi salah satu contoh dari kemampuan manusia dalam mempelajari alam semesta dan mengembangkan teknologi yang canggih untuk memahami fenomena alam. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maruli Siahaan Ajak Warga Medan Jadikan Nilai HAM sebagai Budaya Sehari-hari
Target Besar, Pengadaan Miliaran: Tata Kelola Parkir Medan Diuji Transparansi
Sekretaris Dinas Peternakan Labuhanbatu Ditangkap, Tipu Pengusaha Lewat Proyek Laptop Fiktif Rp183 Juta
Ketua MMTK Sumatera Utara Siap Jalan Kaki ke Jakarta, Bawa Isu Dugaan KKN di RSUD dr. Pirngadi Medan
Muhammad Syam Ahza Tarigan Ingin Raih Prestasi Pilih Olahraga Petanque Demi Banggakan Orang Tua
Wartawan & Aktivis Kamisan Aksi Damai: Minta Prabowo Tarik Kata “Londo Ireng” dan Minta Maaf
Yayasan Oysani Generasi Peduli Audiensi ke Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, Paparkan Kinerja & Rencana Kolaborasi
Isu Rebutan Proyek LPJU Ratusan Miliar Bergulir, Kadishub Medan Bungkam Saat Dikonfirmasi
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:15 WIB

Maruli Siahaan Ajak Warga Medan Jadikan Nilai HAM sebagai Budaya Sehari-hari

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Target Besar, Pengadaan Miliaran: Tata Kelola Parkir Medan Diuji Transparansi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekretaris Dinas Peternakan Labuhanbatu Ditangkap, Tipu Pengusaha Lewat Proyek Laptop Fiktif Rp183 Juta

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Ketua MMTK Sumatera Utara Siap Jalan Kaki ke Jakarta, Bawa Isu Dugaan KKN di RSUD dr. Pirngadi Medan

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:34 WIB

Muhammad Syam Ahza Tarigan Ingin Raih Prestasi Pilih Olahraga Petanque Demi Banggakan Orang Tua

Berita Terbaru