Lubukpakam-Mediadelegasi: Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Utara kembali menunjukkan inovasi dan semangat kolaboratifnya.
Dalam kegiatan Training of Trainer (TOT) Fatayat NU Sumatera Utara, berlangsung di Cadika Pramuka Lubukpakam, 3-5 Oktober 2025, organisasi perempuan muda NU ini meluncurkan gagasan baru bernama “Simponi Indah”, sebuah simbol sinergi dan keharmonisan antar Banom (Badan Otonom) di lingkungan NU.
Inisiatif “Simponi Indah” ini dipelopori oleh Ketua PW Fatayat NU Sumut, Nurhaida Oktariani Siregar, sebagai upaya memperkuat hubungan antar Banom NU serta meneguhkan semangat kebersamaan di antara seluruh kader perempuan NU di Sumatera Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Nurhaida, “Simponi Indah” bukan sekadar nama, tetapi cerminan dari kolaborasi nyata yang mempertemukan berbagai Banom dalam satu semangat perjuangan.
“Kita ingin menghadirkan harmoni di antara seluruh keluarga besar NU, khususnya para kader perempuan. Setiap Banom memiliki peran dan keunggulannya masing-masing, dan jika bersatu, akan melahirkan kekuatan yang luar biasa,” ujar Nurhaida.
Semangat “Simponi Indah” terlihat nyata dalam pelaksanaan pembukaan TOT PW Fatayat NU Sumut, di mana seluruh Banom NU tampil dengan perannya masing-masing. Kegiatan dimulai dengan penampilan hadrah dari Muslimat NU, paduan suara yang dipersembahkan oleh Kopri PMII, serta dukungan teknis dan persiapan acara yang dilakukan oleh IPPNU. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan bukan hanya slogan, tetapi telah menjadi gerakan yang hidup dan menginspirasi.
Selain dihadiri oleh jajaran pengurus PW Fatayat NU Sumut, kegiatan ini juga diwarnai kehadiran para tokoh dan pembina Fatayat NU, di antaranya Ramadhani Isni Damanik dan Marhayani Polem Simanjuntak, serta para perwakilan dari berbagai lembaga dan Banom NU lainnya.
Melalui “Simponi Indah”, Fatayat NU Sumut berharap agar seluruh elemen Banom NU di Sumatera Utara semakin solid, saling menguatkan, dan mampu menciptakan berbagai inovasi dalam pengabdian kepada masyarakat. Program ini juga diharapkan menjadi model bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia dalam membangun sinergi dan kekuatan perempuan NU yang berdaya, cerdas, dan mandiri.
“Simponi Indah adalah refleksi dari semangat kita untuk terus bergerak bersama. Dengan sinergi ini, kita tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memperluas manfaat perjuangan NU bagi umat, bangsa, dan negara,” tutup Nurhaida.
Dengan lahirnya “Simponi Indah”, Fatayat NU Sumatera Utara menegaskan posisinya sebagai pelopor gerakan perempuan NU yang progresif, inovatif, dan menjadi teladan dalam membangun kerja sama lintas Banom. D|Red-06
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












