Fitur Live TikTok Dinonaktifkan,UMKM Terkena Imbasnya

- Penulis

Senin, 1 September 2025 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fitur Live Tiktok Di Nonaktfifkan (Foto: Ist)

Fitur Live Tiktok Di Nonaktfifkan (Foto: Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Fitur live TikTok di Indonesia tidak dapat diakses sejak Sabtu malam, 30 Agustus 2025, bertepatan dengan aksi demonstrasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Jakarta. Penonaktifan fitur live TikTok ini berdampak pada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengandalkan platform tersebut sebagai tempat berjualan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan, menyatakan bahwa fitur live TikTok banyak diandalkan oleh pelaku UMKM untuk promosi dan transaksi harian. Namun, Budi belum menerima laporan terkait penurunan omzet dari para pelaku usaha tersebut.

“Sejauh ini dari asosiasi belum ada laporan langsung terkait penurunan omzet atau keluhan resmi yang masuk akibat fitur live TikTok dinonaktifkan,” kata Budi. Meskipun demikian, Budi memahami bahwa fitur live TikTok sangat penting bagi UMKM, sehingga wajar jika ada kekhawatiran potensi turunnya penjualan.

BACA JUGA:  Jokowi Buat Laporan Polisi Terkait Tudingan Ijazah Palsu

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa TikTok secara sukarela menonaktifkan fitur siaran langsung di Indonesia. Keputusan ini bukan atas imbauan pemerintah, melainkan keputusan TikTok sendiri .

Budi menyarankan para pelaku UMKM untuk memanfaatkan fitur-fitur lain yang tersedia di platform e-commerce dan media sosial lainnya. Contohnya, mereka bisa menggunakan fitur feed, iklan berbayar, atau memanfaatkan platform e-commerce lain untuk menjaga interaksi dengan konsumen.

idEA belum menerima informasi kapan fitur live TikTok akan kembali normal. Oleh karena itu, Budi berharap situasi bisa segera pulih dan aktivitas penjualan online kembali berjalan lancar.

“Semoga situasi ini bisa segera membaik sehingga ekosistem penjualan daring bisa kembali berjalan lancar,” kata Budi.

Penonaktifan fitur live TikTok ini memang berdampak pada beberapa pihak, terutama UMKM dan affiliator yang mengandalkan platform tersebut untuk berjualan dan mempromosikan produk.

BACA JUGA:  Iwan Kurniawan Lukminto, Bos Sritex, Jalani Pemeriksaan di Kejaksaan Agung

Pemerintah berharap fitur live TikTok dapat kembali aktif segera setelah kondisi keamanan nasional membaik. Saat ini, para pelaku UMKM perlu mencari alternatif lain untuk memasarkan produk mereka.

Dengan memanfaatkan fitur-fitur lain yang tersedia, para pelaku UMKM dapat menjaga interaksi dengan konsumen dan meningkatkan penjualan.

Saran untuk UMKM:

– Memanfaatkan fitur lain di TikTok: seperti fitur feed dan iklan berbayar

– Menggunakan platform e-commerce lain: untuk memasarkan produk dan meningkatkan penjualan

– Mengoptimalkan media sosial lain: untuk menjaga interaksi dengan konsumen dan meningkatkan penjualan

Dengan demikian, para pelaku UMKM dapat mengurangi dampak dari penonaktifan fitur live TikTok dan tetap menjalankan bisnis mereka dengan lancar. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru