Gelar Rakernas ke-3, IWO Tegaskan Peran Pers sebagai Penjaga Akal Sehat Publik di Era Digital Bising

Selasa, 28 Oktober 2025 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Mediadelegasi : Di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali menenggelamkan kebenaran, Ikatan Wartawan Online (IWO) menegaskan kembali pentingnya peran wartawan sebagai penjaga akal sehat publik. Penegasan itu mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III IWO yang digelar di Aula Ali Sadikin, Gedung Perpustakaan PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak 28 hingga 29 Oktober 2025 ini mengusung tema “Peran IWO dalam Elaborasi Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045.” Rakernas dihadiri oleh 12 Pengurus Wilayah (PW) dan 35 Pengurus Daerah (PD) dari seluruh Indonesia dengan total peserta sebanyak 143 orang.

Mewakili Gubernur DKI Jakarta, Staf Khusus Bidang Komunikasi Cyril Raoul Hakim atau yang akrab disapa Chiko Hakim, menyampaikan pandangan tentang pentingnya sinergi antara pemerintah dan insan pers.

“Saya sebagai juru bicara sekaligus kepala kantor komunikasi Gubernur, tidak pernah menghindari wartawan. Kalau pun telat, saya tetap nimbrung di WhatsApp. Wartawan itu bagian dari keterbukaan informasi publik,” ujar Chiko.

BACA JUGA:  Jokowi Resmi Lantik AHY Jadi Menteri ATR/BPN

Ia menambahkan bahwa dirinya selalu terbuka terhadap pertanyaan media, bahkan sering kali lebih dulu menyapa wartawan di Balai Kota.

“Sebagai politisi, saya penganut keterbukaan, dan Alhamdulillah pimpinan saya juga demikian. Sekontroversial apa pun isu, kami tidak menghindar dari wartawan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP IWO Tengku Yudhistira menegaskan bahwa eksistensi dan konsistensi organisasi yang telah berusia 13 tahun ini harus dijaga di tengah perubahan besar akibat revolusi digital.

“Revolusi digital telah mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja, dan berpikir. Di era ini, setiap orang bisa menjadi sumber informasi. Dunia menjadi terbuka, tapi juga bising,” ungkap Yudhistira.

Menurutnya, derasnya arus informasi kerap kali melampaui kemampuan publik untuk mencari kebenaran. Fenomena hoaks dan informasi tidak terverifikasi yang beredar luas di media sosial menjadi ancaman serius bagi kualitas literasi publik.

“Dalam situasi seperti ini, peran wartawan online menjadi sangat strategis. Kita bukan hanya pelapor peristiwa, tapi juga penjaga akal sehat publik, penuntun arah nilai dan moral informasi bangsa,” tegasnya.

BACA JUGA:  Timnas Indonesia Siap Hadapi Jepang dengan Skuad Terbaiknya, Rizky Ridho Dicoret karena Cedera

Yudhistira menegaskan bahwa kebebasan pers harus tetap berpijak pada etika dan tanggung jawab moral.

“Tema Rakernas III ini lahir dari refleksi kolektif atas peran media menuju satu abad kemerdekaan Indonesia. IWO berada di garda depan pembentukan opini publik yang konstruktif,” jelasnya.

Ia menutup sambutannya dengan seruan untuk memperkuat semangat kebersamaan dan profesionalisme dalam dunia jurnalistik.

“Selama kita berpegang pada nilai persaudaraan, kebersamaan, dan integritas profesi, IWO akan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa ini,” pungkasnya.

para pengurus daerah IWO dari berbagai wilayah (Foto:Robin Turnip)

Rakernas ini juga dihadiri oleh Kepala Perpustakaan PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki Diki Lukman, serta para pengurus daerah IWO dari berbagai wilayah, termasuk Ketua IWO PD Samosir Fernando Sitanggang, Sekretaris Petrus Tampubolon, dan anggota Robin Turnip. D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB