Groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri dan Panen Raya Jagung di Bengkayang: Langkah Menuju Swasembada Pangan Nasional

Kamis, 5 Juni 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Effendy Pohan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri dan menyaksikan groundbreaking gudang ketahanan pangan Polri, di Jalan Flamboyan Medan, Kamis (5/6/2025). (Sumber : Diskominfo Sumut)

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Effendy Pohan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri dan menyaksikan groundbreaking gudang ketahanan pangan Polri, di Jalan Flamboyan Medan, Kamis (5/6/2025). (Sumber : Diskominfo Sumut)

Medan-Mediadelegasi : Suasana khidmat dan penuh optimisme menyelimuti acara groundbreaking gudang ketahanan pangan Polri di Jalan Flamboyan, Medan, Kamis (5/6/2025). Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Effendy Pohan, didampingi jajaran Forkopimda Sumut, turut hadir menyaksikan momen bersejarah ini. Acara tersebut juga diwarnai dengan penayangan virtual panen raya jagung serentak kuartal II 2025 di Bengkayang, Kalimantan Barat, yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Sigit Prabowo dalam panen raya jagung di Bengkayang menjadi simbol kuat kolaborasi antar lembaga negara dalam upaya mencapai swasembada pangan. Sekdaprov Sumut, bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Pangdam BB/I Mayjen Rio Firdianto, dan Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga, menyaksikan langsung arahan Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas keberhasilan panen raya jagung serentak. Beliau menekankan pentingnya melihat capaian ini sebagai langkah awal menuju tujuan yang lebih besar, yaitu swasembada pangan nasional. Meskipun optimis, Presiden mengingatkan pentingnya evaluasi dan pemahaman yang komprehensif terhadap hasil yang telah dicapai.
Indonesia menargetkan untuk tidak lagi mengimpor jagung pada tahun 2026. Target ambisius ini didukung oleh peningkatan produksi nasional dan optimalisasi sistem distribusi melalui koperasi desa. Pemerintah berencana membangun 80.000 koperasi desa untuk memperkuat rantai pasok pangan di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto menyebut panen raya dan ekspor perdana jagung sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen lintas sektor. Kolaborasi ini diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan keterjangkauan pangan, menuju Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui ketahanan pangan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan capaian panen raya jagung kuartal II 2025 yang sangat menggembirakan. Panen raya serentak di lahan seluas 344.524 hektare menghasilkan 1,78 hingga 2,54 juta ton jagung. Angka ini menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan.
Di Bengkayang, panen raya dilakukan di lahan seluas 218,35 hektare, termasuk 56 hektare milik Lanud Harry Hadisoemantri yang berkolaborasi dengan kelompok tani setempat. Kolaborasi ini menghasilkan peningkatan produktivitas yang luar biasa, dari 2 ton/hektare menjadi 9,3 ton/hektare. Keberhasilan ini membuktikan bahwa sinergi antara instansi pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan.
Pembangunan gudang penyimpanan jagung dan gabah di 18 lokasi di Indonesia, termasuk di Medan, merupakan langkah strategis untuk menjamin keamanan pangan nasional. Gudang di Jalan Flamboyan, Medan, bertipe 654 dengan kapasitas 1.000 ton, akan berperan penting dalam menjaga stok pangan dan menstabilkan harga di pasar.
Pembangunan gudang-gudang ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk mencapai swasembada pangan. Infrastruktur yang memadai sangat penting untuk menyimpan hasil panen dan mendistribusikannya secara efisien ke seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, ketersediaan pangan dapat dijamin, bahkan di daerah-daerah terpencil sekalipun.
Peran koperasi desa dalam sistem distribusi pangan juga mendapat sorotan. Pemerintah berencana membangun 80.000 koperasi desa untuk memperkuat rantai pasok pangan. Koperasi desa diharapkan mampu menjembatani antara petani dan konsumen, sehingga harga pangan tetap terjangkau dan petani mendapatkan harga yang layak.
Keberhasilan program ketahanan pangan ini tidak terlepas dari kolaborasi antar instansi pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat. Kerja sama yang sinergis merupakan kunci utama dalam mencapai tujuan swasembada pangan. Semua pihak harus bahu-membahu untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Peningkatan produktivitas pertanian merupakan salah satu kunci utama dalam mencapai swasembada pangan. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan teknologi pertanian, memberikan pelatihan kepada petani, dan menyediakan akses terhadap pupuk dan bibit unggul. Semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.
Program ketahanan pangan nasional bertujuan untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Dengan ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau, masyarakat dapat hidup dengan lebih sejahtera. Program ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia.
Groundbreaking gudang ketahanan pangan Polri dan panen raya jagung di Bengkayang menjadi simbol harapan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Dengan kerja keras dan kolaborasi yang solid, Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras semua pihak yang terlibat. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
BACA JUGA:  Groundbreaking Lahan Sawah, Sumut Lakukan Rehabilitasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB