Gubernur Bobby Nasution: Green Card UNESCO Harus Jadi Dampak Ekonomi Nyata bagi Masyarakat Sumut

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, mediadelegasi.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa status Green Card UNESCO yang berhasil dipertahankan oleh Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGG) harus mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan saat menerima audiensi jajaran pengelola TCUGG di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman No. 41, Medan, pada Selasa (23/6/2026).

“Kunci utamanya adalah bagaimana menjadikan label Green Card UNESCO yang hari ini sudah kita capai dengan kerja keras bersama ini benar-benar bisa menghasilkan satu nilai tambah yang baik. Pertama, untuk pariwisata kita tentunya di mana kunjungan meningkat. Kedua, masyarakat harus merasakan manfaat ekonominya secara langsung,” ujar Gubernur.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat hingga Kaldera Toba berhasil mempertahankan status revalidasi dari UNESCO.

BACA JUGA:  Pemprov Sumut Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas.

“Rumah kita ini menjadi salah satu jawaban masa depan pariwisata yang menjaga keseimbangan alam,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Geopark Kaldera Toba, Azizul Kholis, melaporkan bahwa hasil revalidasi telah resmi diakui UNESCO dan sertifikat kelulusan sudah diterbitkan. Meski sempat terkendala keberangkatan ke Prancis akibat situasi geopolitik global dan pembatasan penerbangan, legalitas dokumen tersebut kini telah sah diterima.

Azizul juga memaparkan kesiapan pelaksanaan Geopark Festival serta pengembangan rute perjalanan wisata (Geo-Trail) baru yang akan mulai diterapkan per 1 Juli 2026. Berbeda dari pola perjalanan sebelumnya yang terpusat di kawasan Parapat, kini pengelola menghubungkan klaster wisata kawasan utara dan selatan melalui Haranggaol, Porsea, hingga Simalungun.

BACA JUGA:  Petarung MMA Jeka Saragih Perbaiki Jalan Rusak Dikampungnya Sondiraya, Kabupaten Simalungun Pakai Dana Pribadi

Selain itu, TCUGG juga menyampaikan sejumlah capaian kerja sama internasional, di antaranya program pendanaan pemberdayaan masyarakat termasuk aksi penanaman hampir 2.000 pohon di kawasan kaldera.

Pengelola turut merencanakan pengembangan pola perjalanan wisata internasional terpadu yang menghubungkan Danau Toba langsung dengan Phuket, Thailand. Selain itu, juga dijajaki peresmian pusat studi riset geopark pertama di tingkat Asia yang didukung jejaring pakar global serta Badan Riset dan Inovasi.

Upaya tersebut diharapkan memperkuat posisi Toba Caldera UNESCO Global Geopark sebagai destinasi berkelas dunia sekaligus membuka peluang Sumatera Utara menjadi tuan rumah forum geopark internasional pada 2029.(D-Ril/Yf)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Riset Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Kunjungi Kantor mediadelegasi.id
Seorang Remaja Menjadi Korban Pembacokan Saat Melintas di Lokasi Tawuran Perumnas Mandala
Gubernur Sumut Bobby Nasution Gerak Cepat Berantas Pungli di Sidebuk-Debuk, Kerahkan Personel Gabungan Jaga 24 Jam
Wali Kota Medan Resmi Buka Gelar Melayu Serumpun ke IX 2026 di Lapangan Merdeka Medan
Pemprov Sumut Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga
Dirut RS Islam Malahayati Medan “Bungkam” Tanggapi Dugaan “Malpraktik” Prof dr RD
Pencegahan ASN Terlibat Judol, Pemprov Sumut Bentuk Satgas Judi Online Hingga Awasi Pegawai BUMD
Petarung MMA Jeka Saragih Perbaiki Jalan Rusak Dikampungnya Sondiraya, Kabupaten Simalungun Pakai Dana Pribadi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:20 WIB

Tim Riset Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Kunjungi Kantor mediadelegasi.id

Senin, 29 Juni 2026 - 14:10 WIB

Seorang Remaja Menjadi Korban Pembacokan Saat Melintas di Lokasi Tawuran Perumnas Mandala

Senin, 29 Juni 2026 - 10:42 WIB

Gubernur Sumut Bobby Nasution Gerak Cepat Berantas Pungli di Sidebuk-Debuk, Kerahkan Personel Gabungan Jaga 24 Jam

Senin, 29 Juni 2026 - 10:27 WIB

Wali Kota Medan Resmi Buka Gelar Melayu Serumpun ke IX 2026 di Lapangan Merdeka Medan

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Sumut Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB