Medan, mediadelegasi.id – Petarung MMA Jeka Saragih asal Simalungun, menjadi sorotan setelah mengunggah video saat memperbaiki jalan rusak di kampung halamannya di Sondiraya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Video tersebut viral di media sosial karena Jeka disebut memperbaiki jalan rusak menggunakan dana pribadi.
Dalam video yang beredar, Jeka tampak berada di dekat alat berat ekskavator di lokasi perbaikan jalan.
Melalui unggahannya, Jeka menyampaikan bahwa perbaikan tersebut dilakukan agar warga dapat melintasi jalan dengan lebih aman.
Petarung MMA Jeka Saragih Perbaiki Jalan Rusak Dikampungnya
Jeka menulis bahwa perbaikan jalan itu merupakan bentuk kepeduliannya terhadap warga di kampung halaman. Ia juga menyinggung bahwa jalan tersebut merupakan jalan provinsi yang berada di wilayah Simalungun.
“Agar semua saudara dan teman-teman saya dapat melewati jalan dengan aman, kami sedang memperbaikinnya, agar lebih mudah bagi mereka berkendara. Meskipun saya hanya melakukan sedikit perbaikan, ini adalah ungkapan cinta saya untuk kalian smua. Cerita jalan provinsi yang ada di Simalungun,” tulis Jeka dalam unggahannya.
Dalam unggahan lain, Jeka kembali menyebut bahwa perbaikan tersebut menjadi bentuk cintanya kepada masyarakat setempat.
“Meskipun saya hanya melakukan sedikit perbaikan, ini adalah ungkapan cinta saya untuk kalian semua. CERITA JALAN PROVINSI YANG ADA DI SIMALUNGUN,” katanya.
Jeka diketahui beberapa kali menyuarakan kondisi kampung halamannya yang dinilai masih minim pembangunan.
Saat menjadi peserta UFC, Jeka juga pernah menyinggung kondisi kampung halamannya yang belum memiliki jaringan internet memadai.
Gubernur Sumut Cepat Respon
Bobby Nasution sebut perbaikan jalan tugas pemerintah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merespons video Jeka Saragih yang memperbaiki jalan rusak tersebut.
Bobby mengatakan, perbaikan jalan memang menjadi kewajiban pemerintah.
Namun, ia menyebut tidak semua jalan rusak dapat diperbaiki sekaligus dalam satu tahun masa jabatannya sebagai gubernur.
“Ya tentu pasti masyarakat yang membangun secara langsung, karena keresahan. Tentu itu pertama tugas pemerintah. Saya sampaikan enggak mungkin, saya bisa bangun semua perbaikan jalan dalam jangka satu tahun masa jabatan saya, itu tidak mungkin,” jelasnya, pada Senin (22/6/2026) kemarin.
Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga memiliki keterbatasan anggaran sehingga perbaikan harus dilakukan berdasarkan prioritas.
Ia mengatakan, perbaikan struktural jalan di Dusun Bah Pasussang akan mulai dilakukan tahun ini.
“Anggaran juga terbatas.tapi saya sampaikan, perbaikan struktural (jalan Dusun Bah Pasussang) sudah mulai dilakukan tahun ini,” ucapnya.
Jalan Tidak Bisa Langsung Diaspal
Bobby menjelaskan, jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan dan berada di area yang rawan longsor. Kondisi itu membuat pemerintah tidak bisa langsung melakukan pengaspalan sebelum memperbaiki struktur dasar jalan.
“Kita juga sudah berkirim pesan dengan pak Jeka Saragih. Memang pak Jeka ini, pernah ngomong waktu saya jdi wali kota untuk bangun jalan di sana. Namun, saya sudah sampaikan juga, tahun ini akan dilakukan perbaikan karena di situ ada longsoran jadi struktur dasarnya yang akan diperbaiki dulu. Tidak bisa langsung di aspal,” terangnya.
Bobby mengatakan, apabila jalan langsung diaspal tanpa perbaikan struktur dasar, kerusakan berpotensi kembali terjadi. Menurut dia, proses tender perbaikan jalan tersebut sudah selesai dan tinggal masuk tahap pelaksanaan.
“Karena disitu titik longsor jd kalau diaspal pasti akan jatuh lagi (tanahnya). Jadi tahun ini dalam waktu dekat sudah selesai tender. tinggal pelaksanaan perbaikan struktural dulu. Pasti tahun ini akan dikerjakan,” jelasnya.
Pengaspalan ditargetkan tahun depan Bobby menyebut, perbaikan struktural akan dikerjakan terlebih dahulu pada tahun ini.
“Anggaran juga terbatas.tapi saya sampaikan, perbaikan struktural (jalan Dusun Bah Pasussang) sudah mulai dilakukan tahun ini,” ucapnya.
Jalan tidak bisa langsung diaspal Bobby menjelaskan, jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan dan berada di area yang rawan longsor.
Kondisi itu membuat pemerintah tidak bisa langsung melakukan pengaspalan sebelum memperbaiki struktur dasar jalan.
“Kita juga sudah berkirim pesan dengan pak Jeka Saragih. Memang pak Jeka ini, pernah ngomong waktu saya jdi wali kota untuk bangun jalan di sana. Namun, saya sudah sampaikan juga, tahun ini akan dilakukan perbaikan karena di situ ada longsoran jadi struktur dasarnya yang akan diperbaiki dulu. Tidak bisa langsung di aspal,” terangnya.
Bobby mengatakan, apabila jalan langsung diaspal tanpa perbaikan struktur dasar, kerusakan berpotensi kembali terjadi.
Menurut dia, proses tender perbaikan jalan tersebut sudah selesai dan tinggal masuk tahap pelaksanaan.
“Karena disitu titik longsor jd kalau diaspal pasti akan jatuh lagi (tanahnya). Jadi tahun ini dalam waktu dekat sudah selesai tender. tinggal pelaksanaan perbaikan struktural dulu. Pasti tahun ini akan dikerjakan,” jelasnya.
Pengaspalan ditargetkan tahun depan Bobby menyebut, perbaikan struktural akan dikerjakan terlebih dahulu pada tahun ini.
Sementara itu, pengaspalan jalan ditargetkan dilakukan pada tahun depan setelah kondisi struktur jalan dinilai siap.
Namun, Bobby belum merinci total anggaran yang disiapkan untuk perbaikan jalan tersebut.
“Pastinya semua anggaran menggunakan APBD Sumut,” ucapnya.
Pernyataan Bobby tersebut sekaligus menjawab sorotan publik setelah video Jeka Saragih memperbaiki jalan rusak di kampung halamannya viral di media sosial.(D-red)







