Seorang Remaja Menjadi Korban Pembacokan Saat Melintas di Lokasi Tawuran Perumnas Mandala

Senin, 29 Juni 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, mediadelegasi: Seorang remaja menjadi korban pembacokan yang diduga salah sasaran saat melintas di lokasi Jl. Rajawali simpang Jl. Garuda Raya Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Seorang remaja menjadi korban pembacokan bernama Januar Lubis (16) itu merupakan warga Jl.Belibis IV Perumnas Mandala mengalami luka bacok di bagian paha dan punggung setelah dikejar sekelompok orang saat melintas di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelum insiden terjadi, Januar diketahui sedang menghadiri pesta bersama teman-temannya di kawasan Jl. Belibis. Seusai acara, ia merasa lapar dan mendatangi rumah seorang rekannya untuk meminta makan.

BACA JUGA:  Pemprov Sumut Komitmen Perang Melawan Narkoba Hingga Larangan ASN Gunakan Vape

Setelah selesai makan, Januar meminjam sepeda motor milik rekannya untuk membeli rokok. Namun, belum sampai beberapa menit meninggalkan rumah, kabar mengejutkan datang. Januar dikabarkan telah menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang saat terjadi aksi tawuran antar kelompok warga.

Menurut informasi yang diperoleh, korban tidak mengetahui adanya tawuran yang sedang berlangsung di Simpang Jl. Rajawali. Diduga, saat melintas di lokasi, ia justru dikejar oleh kelompok pelaku tawuran dan menjadi korban salah sasaran.

“Dia tidak tahu ada tawuran. Habis makan dia cuma pinjam kereta mau beli rokok. Baru sebentar pergi, sudah dapat kabar dia dibacok. Padahal dia cuma lewat,” ujar seorang kerabat korban yang tidak ingin namanya disebutkan.

BACA JUGA:  Pj Sekdaprov Sumut Minta Daerah Percepat Tender BKP, Tegaskan Program Tak Boleh Dialihkan

Akibat serangan tersebut, Januar mengalami luka bacok di paha dan punggung hingga harus mendapatkan penanganan medis di klinik terdekat.

“Di lokasi hampir tiap hari terjadi tawuran antar pemuda, dan sudah banyak menjadi korban pembacokan. Diharapkan aparat kepolisian setiap hari melakukan patroli di lokasi guna mengantisipasi aksi serupa. Akibat ulah-ulah para pemuda itu, warga merasa resah,” harap kerabat korban.

Penulis : Yofe

Editor : Yonan Febrian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Sumut Bobby Nasution Gerak Cepat Berantas Pungli di Sidebuk-Debuk, Kerahkan Personel Gabungan Jaga 24 Jam
Wali Kota Medan Resmi Buka Gelar Melayu Serumpun ke IX 2026 di Lapangan Merdeka Medan
Pemprov Sumut Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga
Dirut RS Islam Malahayati Medan “Bungkam” Tanggapi Dugaan “Malpraktik” Prof dr RD
Pencegahan ASN Terlibat Judol, Pemprov Sumut Bentuk Satgas Judi Online Hingga Awasi Pegawai BUMD
Petarung MMA Jeka Saragih Perbaiki Jalan Rusak Dikampungnya Sondiraya, Kabupaten Simalungun Pakai Dana Pribadi
Kejati Sumut Periksa Wakil Wali Kota Medan Dugaan Korupsi Kredit di Bank Sumut KCP Krakatau
Gubernur Bobby Nasution: Green Card UNESCO Harus Jadi Dampak Ekonomi Nyata bagi Masyarakat Sumut
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 14:10 WIB

Seorang Remaja Menjadi Korban Pembacokan Saat Melintas di Lokasi Tawuran Perumnas Mandala

Senin, 29 Juni 2026 - 10:42 WIB

Gubernur Sumut Bobby Nasution Gerak Cepat Berantas Pungli di Sidebuk-Debuk, Kerahkan Personel Gabungan Jaga 24 Jam

Senin, 29 Juni 2026 - 10:27 WIB

Wali Kota Medan Resmi Buka Gelar Melayu Serumpun ke IX 2026 di Lapangan Merdeka Medan

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Sumut Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:44 WIB

Dirut RS Islam Malahayati Medan “Bungkam” Tanggapi Dugaan “Malpraktik” Prof dr RD

Berita Terbaru