Jakarta-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyatakan pihaknya siap menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk memperkuat pengawasan, pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut dikemukakan Bobby Nasution pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberantasan Korupsi Wilayah I bersama jajaran yang diinisiasi oleh Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah I KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (28/4).
Dalam Rakor yang dipimpin Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak tersebut, Bobby meminta agar KPK memperkuat kehadirannya di Sumut.
Kehadiran KPK, lanjutnya, diharapkan tidak hanya dalam konteks pencegahan, tetapi juga sebagai penengah dalam membangun kolaborasi yang sehat antara eksekutif dan legislatif di daerah.
“Kami harus memastikan bahwa sistem yang ada tidak rusak dari awal, karena jika kita masuk ke dalam sistem yang sudah rusak, kita harus memilih apakah kita ingin ikut rusak atau tetap menjaga diri kita tetap bersih,” kata Gubernur Sumut, seperti keterangan resmi dilansir Mediadelegasi Medan dari situs resmi KPK RI, Selasa (29/4).
Lebih lanjut, Menurut Bobby, upaya pemberantasan korupsi tidak bisa hanya bergantung pada integritas kepala daerah, tetapi juga harus diperkuat dengan pembenahan sistem politik dan tata kelola pemerintahan di daerah.
“Saya hampir dua bulan menjadi Gubernur. Saat ini, ada lima eks pimpinan organisasi perangkat daerah kami yang sedang diperiksa. Sehingga integritas dan moralitas sangat penting, bukan hanya untuk kepala daerah, tetapi juga untuk seluruh jajaran di bawahnya,” ujar dia.
Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap peran KPK di Sumut bisa lebih diperkuat dan lebih sering.
“KPK harus menjadi tempat pengaduan bagi kami, agar sistem ini bisa diperbaiki dengan lebih baik,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur mengapresiasi kegiatan Rakor Pemberantasan Korupsi yang digelar KPK tersebut.
Bobby menilai, Rakor yang turut diisi dengan forum dialog tersebut menjadi momentum penting bagi kepala daerah untuk menyampaikan pandangan dan tantangan nyata dalam upaya pemberantasan korupsi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KPK yang hari ini tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga membuka ruang diskusi. Ini penting, agar kami bisa menyampaikan pandangan langsung tentang persoalan korupsi di daerah masing-masing,” ujarnya.
Selain Bobby Nasution, Rakor tersebut turut dihadiri delapan pimpinan dan perwakilan kepala daerah di Sumut, antara lain dari Kota Pematang Siantar, Kabupaten Asahan, Kota Tebing Tinggi, Kota Tanjungbalai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Serdang Bedagai.
Pada sesi akhir Rakor tersebut dilakukan penandatanganan komitmen antikorupsi oleh delapan kepala daerah dengan masing-masing Ketua DPRD setempat. D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












