Gubernur Sumut Sindir Pengkritik Soal Sewa Pesawat Pengangkut Napi ke Nusa Kambangan

Selasa, 10 Juni 2025 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Petugas Tim Gabungan TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, menggelar razia mendadak di sejumlah kamar hunian warga binaan atau narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Medan pada 20 April 2025.  Foto:  ist

Ilustrasi - Petugas Tim Gabungan TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, menggelar razia mendadak di sejumlah kamar hunian warga binaan atau narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Medan pada 20 April 2025. Foto: ist

Medan-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyindir orang-orang yang mengkritik anggaran paket sewa pesawat komersil untuk mengangkut 50 warga binaan atau narapidana kasus narkoba berisiko tinggi dari Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan ke Pulau Nusa Kambangan.

 

Bobby menyebut pihak yang mengkritik soal sewa pesawat itu perlu diperiksa Badan Narkotika Nasional (BNN).

 

“Di media saya baca, memindahkan (narapidana narkoba) itu dibilang pemborosan karena mau nyewa pesawat lebih Rp800 juta-an,” kata Gubernur saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus KONI Sumut periode 2025-2029, di Medan, Selasa (10/6).

 

Sementara, narapidana yang ingin dipindahkan itu adalah orang yang terindikasi masih bisa mengontrol peredaran narkoba dari lapas.

 

Menurut dia, pengalokasian anggaran untuk menyewa pesawat komersial dalam rangka memindahkan napi narkoba berisiko tingga dari Medan ke Nusa Kambangan tidak bertentangan dengan kebijakan efisiensi anggaran dan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

 

Disebutkannya, pada poin ke-7 Asta Cita, Presiden Prabowo berkomitmen memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.

BACA JUGA:  KPK Diminta Usut Proyek Infrastruktur Sumut Rp2,7 Triliun

Pasalnya, korupsi dan narkoba perlu dicegah serta ditanggulangi dengan kebijakan yang kuat dan konsisten.

Jika tidak konsisten ditangani, kata dia, akan memberikan dampak besar terhadap masa depan bangsa.

Karena itu, Bobby mengajak berbagai elemen masyarakat termasuk jajaran pengurus KONI Sumut agar ikut berperan secara pro aktif dalam memberantas peredaran Narkoba di daerah itu.

 

“Sumut berada di peringkat 2 se-Indonesia untuk urusan narkoba. Harapan kami KONI yang ada di Sumatera Utara juga bisa menjadi solusi menyelesaikan persoalan narkoba,” tuturnya.

 

Bobby mengingatkan bahwa kunci dari pemberantasan dan peredaran gelap narkoba adalah kesadaran bersama semua pihak.

 

Upaya memberantas penyalahgunaan narkoba bukan hanya soal menangkap para pelaku, kata Gubernur, tetapi juga harus dibarengi dengan menguatkan komitmen bersama dalam memberantas peredaran narkoba.

 

Tidak melanjutkan
Sebelumnya diberitakan, Pemprov Sumut tidak melanjutkan paket sewa pesawat komersil Garuda Indonesia untuk memindahkan narapidana (napi) narkoba.

BACA JUGA:  Dishub Sumut Tertibkan Terminal Bayangan Cegah Kemacetan

“Proses pengadaan (paket sewa pesawat komersil, red), itu ternyata gagal dan tidak dilanjutkan,” ucap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumut Mulyono di Medan, baru-baru ini.

Pemprov Sumut semula berencana memindahkan puluhan tahanan narkoba dari Lapas Tanjung Gusta Medan ke Lapas Nusa Kambangan, Jawa Tengah.

pPemilihan penyedia jasa dilaksanakan menggunakan penunjukan langsung kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Proses pengadaan paket sewa pesawat komersil dengan kode 10165374000 ditampilkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Dikatakan Mulyono, pemindahan narapidana dari Lapas Tanjung Gusta ke Nusa Kambangan merupakan salah satu dari rencana aksi Pemprov Sumut guna mengurangi peredaran narkoba di Sumut.

“Kegiatan ini termasuk dalam rencana aksi penanganan narkoba di Sumatera Utara. Jadi kita akan lakukan kajian lebih lanjut,” katanya. D|Red

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Berita Terbaru