Jakarta-Mediadelegasi : Emas, yang telah lama dianggap sebagai investasi yang aman, menunjukkan pelemahan harga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Data terbaru dari Logam Mulia menunjukkan bahwa harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini berada di angka Rp2.093.000 per gram.
Angka ini menunjukkan penurunan sebesar Rp2.000 dibandingkan dengan harga pada hari Minggu, 14 September 2025. Penurunan ini menjadi perhatian para investor yang mencari perlindungan nilai aset di tengah gejolak ekonomi.
Tidak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) emas batangan juga mengalami penurunan. Hari ini, harga buyback emas batangan tercatat sebesar Rp1.940.000 per gram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Harga emas bervariasi tergantung pada ukuran atau beratnya. Untuk emas dengan berat lima gram, harganya mencapai Rp10,24 juta. Sementara itu, emas seberat 10 gram dijual dengan harga Rp20,42 juta. Investasi pada emas seberat 25 gram akan memerlukan biaya sebesar Rp50,93 juta, dan untuk emas dengan berat 50 gram, harganya mencapai Rp101,79 juta.
Penting bagi investor untuk memahami implikasi pajak dalam transaksi emas. Penjualan kembali emas dengan nominal di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3% bagi yang tidak memiliki NPWP.
Di sisi lain, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% untuk pemegang NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP. Bukti potong PPh 22 akan diberikan sebagai bagian dari transaksi.
Meskipun harga emas menunjukkan fluktuasi, emas tetap dianggap sebagai aset yang aman, terutama dalam jangka panjang. Kemampuannya untuk melindungi nilai investasi menjadikannya pilihan yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi.
Para investor di Indonesia disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar emas dan mempertimbangkan strategi investasi yang tepat. Dengan pemahaman yang baik tentang dinamika pasar, investor dapat membuat keputusan yang cerdas dan mengoptimalkan potensi investasi mereka di tengah kondisi ekonomi global yang terus berubah.D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












