Tanjungmorawa-Mediadelegasi: Badan jalan utama yang melintasi Dusun X, Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang kini rawan dilintasi pengendara. Pasalnya, tanah di beram jalan mulai terkikis air Sungai Belumai.
Warga sekitar mengaku resah apabila kondisi itu tidak secepatnya ditangani karena mereka khawatir anak-anak mereka saat berjalan di jalan itu jatuh ke Sungai Belumai.
Pantauan wartawan di lokasi, warga setempat telah menyusun karung-karung berisi limbah plastik di bibir sungai. Hal itu dibuat agar ada pembatas antara jalan dan sungai sehingga pengendara dan pejalan kaki dapat lebih berhati-hati.
Bahkan di satu lokasi, sudah ada 10 meter lebarnya tanah yang hilang akibat dihantam abrasi sungai. Kondisi itu sangat mendesak untuk ditangani instansi terkait.
Sejumlah warga menyebut kerusakan sudah lberlangsung lebih dari delapan bulan lamanya. Bahkan alur sungai di lokasi itu bertambah dua kali lipat lebarnya akibat tanah di bibir sungai tergerus sepanjang 40 meter.
“Pak Kades dan Pak Camat pun sudah datang ke sini. Selain itu banyak juga yang datang dan memfoto abrasi itu, tapi sampai saat ini belum ada penangan,” kata warga sekitar bernama Warseno, Minggu (21/11).
Ia mengaku takut kalau anaknya yang sedang bermain dan melintas masuk ke dalam jurang sungai. Karena abrasi sungai sudah menyentuh aspal jalan kini kondisinya pun juga membahayakan pengendara yang melintas.
“Sebelum abrasi jalan ini, ada dulu tanaman bambu tapi lama kelamaan juga hilang dibantai air sungai. Kalau pas ada air berputar di sungai itulah yang membuat makin parah amblasnya. Kalau dihitung sudah ada sekitar 10 meter juga tanah yang amblas ke sungai,” terang Warseno.
Kepala Dinas PUPR Deliserdang, Janso Sipahutar saat dihubungi membenarkan kondisi jalan tersebut. Pihaknya sudah melaporkan ke Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) yang punya wewenang untuk penanganan sungai.
“Sudah lama kita informasikan persoalan itu ke BWSS. Namun bila tidak ditangani maka kita yang akan menangani. Kita sudah berkordinasi dengan BPBD Deliserdang, agar dana yang digunakan di ambil dari biaya tidak terduga,” tandas Sipahutar. D|Red-05






