Kecelakaan di Papua, Mahasiswa IPB Meninggal Saat Ikuti Ekspedisi Patriot

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Lahan IPB University Anggit Bima Wicaksana. (Foto:Ist)

Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Lahan IPB University Anggit Bima Wicaksana. (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Kabar duka menyelimuti IPB University. Anggit Bima Wicaksana, seorang mahasiswa berprestasi dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Lahan, meninggal dunia saat tengah menjalankan tugas mulia dalam program Ekspedisi Patriot di Papua.

Anggit merupakan salah satu peserta dari IPB University yang mengikuti Ekspedisi Patriot ke-21 Kawasan Transmigrasi, yang dimulai pada Jumat, 22 Agustus 2025.

Kepergian Anggit meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman-teman, serta seluruh civitas akademika IPB University. Semangat dan dedikasinya dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat akan selalu dikenang.

Rektor IPB University, Arif Satria, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Anggit. Beliau mengungkapkan bahwa Anggit meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat menjalankan program Ekspedisi Patriot.

“Kami sangat berduka dengan meninggalnya Saudara Anggit. Semoga amal sholehnya diterima di sisi Allah Ta’ala, dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujar Arif dengan penuh haru, Rabu (22/10/2025).

Arif Satria menambahkan bahwa Anggit meninggal di tengah perjuangannya untuk menjalankan tugas mulia, yaitu mengharumkan nama kampus dengan memberikan kontribusi riset dan pengabdian yang relevan, aplikatif, serta berdampak positif bagi pembangunan bangsa.

BACA JUGA:  Subsidi Motor Listrik Belum Jelas, Industri Terombang-Ambing

“Kami sangat kehilangan sosok anak muda pejuang kesejahteraan rakyat seperti Anggit,” tandasnya. Kehilangan ini merupakan pukulan berat bagi IPB University, namun semangat Anggit akan terus menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi, menjelaskan bahwa pihak universitas telah melakukan komunikasi intensif dengan keluarga Anggit dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait pemulangan jenazah.

Koordinasi ini melibatkan Kementerian Transmigrasi, pemerintah daerah setempat, Kementerian Perhubungan, TNI AU, dan maskapai penerbangan.

“Anggit telah berdedikasi luar biasa dalam program ini. Tentu kami sangat kehilangan. Semoga musibah ini tidak menurunkan semangat peserta lainnya untuk meneruskan perjuangan menjadi para ‘patriot’ di wilayah kerjanya masing-masing,” terangnya.

Alfian Helmi juga memberikan apresiasi atas dedikasi dan semangat Anggit selama mengikuti program Ekspedisi Patriot.

BACA JUGA:  MA Persilakan Kejagung Periksa Hakim Kasus Ronald Tannur

Ia berharap musibah ini tidak akan menyurutkan semangat para peserta lainnya untuk terus berjuang dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat di wilayah transmigrasi.

Ekspedisi Patriot merupakan program yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi bersama dengan perguruan tinggi mitra. Program ini bertujuan untuk melibatkan akademisi, mahasiswa, peneliti, dan praktisi multidisiplin untuk melakukan kajian strategis di kawasan transmigrasi.

“Ekspedisi Patriot IPB berhasil melibatkan 57 Dosen dan Tenaga Kependidikan IPB University, sejumlah mahasiswa sebanyak 135 dan 93 Alumni.

Seluruh peserta ini diterjukan ke-21 provinsi, yang tersebar pada 34 kabupaten atau kota, dalam 36 lokus kawasan transmigrasi.

“Peserta akan ditempa untuk menjadi agen perubahan di kawasan transmigrasi dan memastikan transformasi ekonomi berbasis komunitas dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah transmigrasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB