Kecelakaan Maut Bus Semarang, AHY Perintahkan Investigasi dan Evaluasi Menyeluruh

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto:Ist)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan akan melakukan evaluasi besar terkait transportasi massal menyusul kecelakaan tragis Bus PO Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, yang menewaskan 16 orang.

AHY mengingatkan seluruh operator transportasi massal, khususnya bus, untuk selalu taat aturan dan melakukan pengecekan ulang terhadap armada sebelum beroperasi. Evaluasi ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

“Tentu kita akan evaluasi,” tegas AHY saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025). Ia juga telah menginstruksikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Korlantas Polri untuk segera melakukan investigasi mendalam guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Investigasi sampai tuntas semuanya. Intinya kita tidak ingin ada kecelakaan-kecelakaan maut yang terjadi lagi, berulang, dan semua benar-benar harus taat. Harus sesuai dengan aturan,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Besok 25 Maret 2025: Aquarius, Leo, Libra, Gemini

AHY menekankan pentingnya pengecekan kendaraan secara menyeluruh dan memastikan kondisi pengemudi yang fit serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kendarannya dicek dengan benar, pengemudi juga harus fit dan sesuai dengan ketentuan. Sehingga, ya, sekali lagi kita mencegah terjadinya korban di jalan raya,” sambungnya.

Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans terjadi di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, pada Senin (22/12/2025) sekitar pukul 00.45 WIB dini hari. Bus tersebut membawa 34 orang penumpang, dan 16 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Ribut Hari Wibowo, menjelaskan bahwa sebagian besar korban mengalami luka di sisi kiri tubuh, sesuai dengan posisi jatuhnya bus.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, juga menyampaikan belasungkawa dan menyatakan bahwa proses identifikasi mendalam masih terus dilakukan. Ia mengingatkan seluruh operator bus untuk memastikan armada mereka laik operasi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

BACA JUGA:  Jokowi: Selamat Datang Yang Teramat Mulia Paus Fransiskus

“Kita akan lihat lagi apakah ini memang karena kendaraannya, atau karena pengemudinya. Jadi kita coba kita lihat dulu. Tapi saya sangat menyesal, turut prihatin dengan apa yang terjadi,” ujar Dudy saat ditemui di Kantor Jasa Marga Tollroad Command Center Jatiasih, Bekasi, Senin (22/12).

Kejadian ini akan ditindaklanjuti dengan evaluasi menyeluruh dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), mengingat jumlah korban jiwa yang cukup besar.

Selain itu, Menhub juga telah meminta Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, untuk mengumpulkan seluruh stakeholder terkait transportasi darat, khususnya bus, dan memastikan kesiapan operasi selama Nataru.

“Kami mengingatkan kembali bahwa selain kita menyiapkan kendaraan yang laik jalan, kita juga harus memastikan bahwa pengemudinya juga laik untuk mengemudikan kendaraan,” pungkasnya.D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Berita Terbaru