Kemnaker Gandeng BINUS-Microsoft Lewat GreatNusa, Perkuat Kompetensi AI Talenta Digital Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan keterangan pers saat membuka acara AI Career Boost Day 2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026), dalam rangka sinergi Kemnaker bersama GreatNusa, BINUS University, dan Microsoft Indonesia untuk memperkuat kompetensi kecerdasan buatan bagi tenaga kerja Indonesia. Foto: Ist.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan keterangan pers saat membuka acara AI Career Boost Day 2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026), dalam rangka sinergi Kemnaker bersama GreatNusa, BINUS University, dan Microsoft Indonesia untuk memperkuat kompetensi kecerdasan buatan bagi tenaga kerja Indonesia. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan GreatNusa, inisiatif yang digagas Universitas Bina Nusantara (BINUS University) bersama Microsoft Indonesia. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan kecerdasan buatan (AI) serta keterampilan perangkat lunak bagi tenaga kerja Indonesia, guna menjawab tantangan transformasi digital yang berlangsung cepat.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan penguasaan kompetensi digital, khususnya AI, kini menjadi penentu utama daya saing tenaga kerja nasional. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor teknologi mutlak diperlukan untuk melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing di kancah global.

“Transformasi digital tak bisa kita hindari. Kita harus pastikan tenaga kerja Indonesia memiliki keahlian yang sesuai kebutuhan industri. Kolaborasi ini mempercepat lahirnya talenta digital yang siap bersaing,” ujar Yassierli saat membuka AI Career Boost Day 2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Acara tersebut mengusung tema “Kolaborasi AI dan Talenta Indonesia: Meningkatkan Kompetensi, Memperluas Kesempatan Kerja”.

Yassierli menekankan bahwa perkembangan AI bukanlah ancaman yang harus ditakuti, melainkan peluang terbukanya berbagai profesi baru yang menuntut keterampilan lebih tinggi.

BACA JUGA:  Kemnaker Permudah Pengajuan Job Fair Lewat SIAPkerja, Semua Proses Kini Serba Digital

Mengutip laporan Forum Ekonomi Dunia 2025, sekitar 92 juta pekerjaan diproyeksikan terdampak disrupsi hingga tahun 2030. Namun pada saat yang sama, akan muncul sekitar 170 juta jenis pekerjaan baru berbasis teknologi.

Kebutuhan industri terhadap talenta yang menguasai AI juga terlihat dari data LinkedIn yang mencatat peningkatan permintaan hingga 2,4 kali lipat di kawasan Asia Tenggara.

Sebanyak 69 persen pimpinan perusahaan di Indonesia bahkan mengaku enggan merekrut calon pekerja yang belum memiliki kemampuan terkait AI. Hal ini membuktikan penguasaan teknologi tersebut sudah menjadi syarat mutlak di pasar kerja saat ini.

Menteri Yassierli juga meluruskan pandangan yang mengaitkan AI secara langsung dengan pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurut studi Anthropic tahun 2026, PHK lebih banyak dipengaruhi kondisi bisnis, daya saing perusahaan, dan situasi ekonomi makro.

“Otomasi berbasis AI hanyalah salah satu faktor, bukan penyebab utama,” tegasnya.

Untuk menjawab tantangan ini, Kemnaker akan memaksimalkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia sebagai pusat pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri.

BACA JUGA:  Perempatan Milo Mencekam, Dua Nyawa Melayang

Pelatihan akan diselenggarakan dari tingkat dasar hingga lanjutan, termasuk bidang operasi cerdas, lewat metode tatap muka maupun daring agar dapat diakses lebih luas.

Kemnaker juga terus mengembangkan layanan bursa kerja daring guna mempercepat pencocokan antara pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Yassierli mencontohkan keberhasilan Kota Hyderabad di India yang mencatat kenaikan perekrutan tenaga kerja hingga 11 persen berkat ekosistem talenta digital yang terintegrasi.

“Kita bisa meraih hal yang sama. Kuncinya adalah kolaborasi, keberanian beradaptasi, dan kesiapan menguasai teknologi baru,” ujarnya.

Pemerintah ingin menyatukan pelatihan, sertifikasi, dan akses kerja dalam satu ekosistem terhubung. Selain itu, kemajuan teknologi harus beriringan dengan penguatan karakter manusia seperti empati, berpikir kritis, dan kemampuan mengambil keputusan yang tidak bisa digantikan algoritma.

“Tidak ada algoritma yang bisa menggantikan empati; tidak ada data yang bisa meniru kebijaksanaan. AI harus memperkuat kualitas manusia demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkas Yassierli. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNPB: 38 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 NTT, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri
Wapres Gibran Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026, Siap Tugas di HUT ke-81 RI
Istana Pastikan Kesiagaan Penuh Penanganan Pascagempa M 7,7 Nagekeo NTT: Pemerintah Diterjunkan ke Lokasi Terdampak
Detik-Detik Mengerikan Gempa M 7,7 Guncang Pelabuhan Maumere: Jembatan Dermaga Roboh, Penumpang Berjatuhan ke Laut
Gubernur NTT Melki Laka Lena Terjun Langsung ke Flores, Data Sementara 5 Tewas Usai Gempa M 7,7
Kasus TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Enam Saksi, Telusuri Aset Dugaan Hasil Kejahatan
Presiden Prabowo Usulkan Amnesti Khusus & Pengadilan Ad Hoc untuk Usut Pelanggaran BUMN 30 Tahun Terakhir
Presiden Prabowo: Belum Seluruh Janji Tuntas, Namun Sudah Mulai Selesaikan Persoalan Puluhan Tahun
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:39 WIB

BNPB: 38 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 NTT, 2.000 Warga Mengungsi Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Wapres Gibran Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026, Siap Tugas di HUT ke-81 RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Istana Pastikan Kesiagaan Penuh Penanganan Pascagempa M 7,7 Nagekeo NTT: Pemerintah Diterjunkan ke Lokasi Terdampak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Gubernur NTT Melki Laka Lena Terjun Langsung ke Flores, Data Sementara 5 Tewas Usai Gempa M 7,7

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:59 WIB

Kasus TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Enam Saksi, Telusuri Aset Dugaan Hasil Kejahatan

Berita Terbaru