Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang, Sempurnakan Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor beserta delegasi Kemnaker berdialog dengan perwakilan perusahaan dan lembaga terkait di Jepang. Foto: Ist.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor beserta delegasi Kemnaker berdialog dengan perwakilan perusahaan dan lembaga terkait di Jepang. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan pemetaan mendalam terhadap kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri Jepang. Langkah ini diambil untuk menyelaraskan penyiapan sumber daya manusia Indonesia dengan standar dan kebutuhan dunia usaha di negara tersebut.

Pemetaan dilaksanakan langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor bersama delegasi resmi selama kunjungan kerja ke Jepang pada rentang waktu 8 hingga 12 Juli 2026.

Selama berada di Jepang, Wamenaker dan rombongan melakukan serangkaian pertemuan strategis. Di antaranya dengan Perwakilan KBRI Tokyo, lembaga pelatihan dan penempatan tenaga kerja, perusahaan penerima tenaga kerja Indonesia, hingga Sekretariat Asian Productivity Organization (APO).

Dari rangkaian dialog tersebut, Kemnaker memperoleh gambaran utuh mengenai jenis tenaga kerja yang dibutuhkan, tingkat kesiapan yang diharapkan, serta aspek perlindungan yang perlu terus diperkuat bagi pekerja Indonesia di sana.

Wamenaker Afriansyah Noor menyampaikan bahwa Jepang masih membuka peluang kerja yang sangat luas bagi tenaga kerja Indonesia. Peluang terbesar terdapat pada sektor otomotif, transportasi, konstruksi, pertanian, pelayanan perawatan lansia atau caregiving, serta sektor-sektor lain yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

“Peluang besar ini harus kita siapkan dengan menghadirkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi tepat sesuai kebutuhan industri. Penyiapan SDM tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa, pemahaman budaya kerja, dan kesiapan beradaptasi,” ujar Wamenaker melalui siaran pers resmi, Senin (13/7/2026).

BACA JUGA:  Kemnaker Luncurkan Pelatihan Berbasis Kompetensi, Tingkatkan Profesionalisme Pejabat Fungsional

Ia menambahkan, mitra industri Jepang memberikan penilaian positif terhadap tenaga kerja Indonesia. Pekerja Indonesia dinilai memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan sikap kerja yang disenangi.

Meski demikian, masih ada sejumlah aspek yang perlu diperkuat. Di antaranya keterampilan praktik kerja, kemampuan berbahasa Jepang, penguasaan istilah teknis, pemahaman keselamatan kerja, disiplin tinggi, serta pemahaman mendalam mengenai budaya kerja perusahaan Jepang.

Salah satu temuan utama dari kunjungan ini adalah perlunya metode pelatihan yang semakin mendekati kondisi kerja nyata di lokasi perusahaan. Pada sektor otomotif misalnya, ditekankan pentingnya penguasaan perawatan kendaraan, inspeksi dasar, keselamatan kerja, serta menjaga kualitas dan kerapian tempat kerja.

Kemampuan berkomunikasi secara efektif dan menjalankan seluruh prosedur kerja dengan disiplin juga menjadi poin penilaian utama yang disampaikan langsung oleh pihak perusahaan Jepang.

Penguasaan bahasa Jepang juga dinilai sebagai faktor penentu keberhasilan kerja. Oleh karena itu, pembekalan tidak hanya mencakup bahasa sehari-hari, tetapi juga istilah teknis, keselamatan kerja, dan komunikasi operasional di lingkungan pabrik atau lokasi kerja.

BACA JUGA:  Begal Bersenjata Api Tembak Pelajar SMA di Lampung Utara, Motor Dibawa Kabur

Masukan langsung dari pelaku industri ini menjadi dasar penting bagi Kemnaker untuk menyempurnakan sistem pelatihan vokasi di dalam negeri. Termasuk penyempurnaan kurikulum, peningkatan kualitas pengajar, serta penguatan metode pembelajaran berbasis praktik nyata.

Selain peningkatan keterampilan, kunjungan ini juga membahas penguatan perlindungan tenaga kerja Indonesia. Mulai dari pendampingan selama bekerja, layanan pengaduan masalah, hingga pembekalan mental dan pemahaman budaya seperti kedisiplinan, ketepatan waktu, dan kepatuhan aturan.

Pertemuan dengan Sekretariat APO juga menyepakati peluang kerja sama di bidang peningkatan produktivitas. Meliputi pengembangan kapasitas SDM, standarisasi sertifikasi, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing pekerja Indonesia.

Hasil pemetaan ini akan menjadi acuan resmi Kemnaker dalam menyusun program pelatihan, sertifikasi, penempatan, hingga perlindungan tenaga kerja. Tujuannya agar pekerja Indonesia semakin siap bersaing dan mendapatkan peluang kerja yang layak serta berkualitas di pasar internasional. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional
MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid
Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian
Habiburokhman Ditunjuk Jadi Ketua Panja RUU Perampasan Aset, DPR Targetkan Sah Desember
Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III
KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Ilegal Rp61 Miliar di 5 Bandara Internasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas Usai Dinilai Takut Jemput Paksa Nusron Wahid

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Eksepsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditunda, Sidang Dugaan Pemerasan Lanjut ke Pembuktian

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Sejak Dini Hari, Status Siaga Level III

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Berita Terbaru