Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Putar Uang Rp 223 Triliun Per Tahun, Salurkan Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Senin, 13 Juli 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto pada acara memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: Ist.

Presiden Prabowo Subianto pada acara memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diproyeksikan mampu menciptakan perputaran uang hingga Rp 223 triliun setiap tahun di wilayah desa. Angka ini diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian akar rumput sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pidato dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang berlangsung meriah di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan visi besar program ini sebagai tulang punggung ekonomi baru di tingkat desa.

“Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat, dengan perputaran uang sebesar Rp 223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Uang itu tidak akan keluar ke kota atau ke luar daerah, melainkan terus berputar dan dinikmati oleh warga setempat,” jelas Prabowo di hadapan ribuan peserta.

Selain menggerakkan sirkulasi keuangan desa, Koperasi Desa Merah Putih ditetapkan sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang subsidi dari pemerintah. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bantuan sosial dan barang kebutuhan pokok bersubsidi benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.

BACA JUGA:  Dua Bus Jemaah Haji Tabrakan di Arab Saudi, 10 Luka-luka dan 1 Dirawat Intensif

Presiden menekankan aturan ini harus diterapkan secara ketat guna menutup berbagai celah penyimpangan yang selama ini terjadi. “Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus! Saya katakan ini harus, agar tidak ada lagi penyelewengan atau penyelundupan ke luar negeri,” tegasnya dengan tegas.

Program andalan pemerintahan ini dirancang sebagai lembaga ekonomi modern yang sudah terintegrasi dengan sistem digital. Tujuannya adalah membangun ekosistem usaha yang tangguh di desa, dengan fokus utama pada ketahanan pangan, akses permodalan, hingga pelayanan kesehatan dasar bagi warga.

Secara fasilitas, setiap KDKMP akan dilengkapi dengan sarana lengkap yang mendukung aktivitas ekonomi harian. Mulai dari kantor pengelola, toko sembako, unit simpan pinjam, apotek desa yang menjual obat dengan harga terjangkau, hingga gudang penyimpanan dan gudang pendingin.

Ketersediaan gudang pendingin menjadi solusi strategis agar hasil panen petani dan tangkapan nelayan tidak cepat rusak dan bisa disimpan lebih lama. Hal ini sekaligus memberikan ruang bagi petani untuk menentukan waktu penjualan yang lebih menguntungkan.

BACA JUGA:  Kasasi Vonis Bebas Delpedro Marhaen Diajukan Kejagung ke MA

Lebih jauh, koperasi ini juga dibekali sistem pembelian siaga atau offtaker. Melalui skema ini, koperasi siap membeli langsung hasil produksi masyarakat dengan harga yang wajar dan stabil, tanpa melibatkan perantara yang sering merugikan produsen.

Model ini secara langsung bertujuan memutus rantai tengkulak yang selama ini menguasai jalur distribusi dan menekan harga jual di tingkat petani. Dengan terputusnya jalur tersebut, pendapatan para pelaku usaha di desa diproyeksikan melonjak signifikan.

“Nanti akan ada kenaikan pendapatan bagi produsen yang diperkirakan mencapai Rp 202 triliun, yaitu bagi petani, peternak, dan nelayan di seluruh Indonesia,” tambah Presiden Prabowo sebagai dampak nyata dari penerapan sistem ini.

Pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga warga desa, untuk bersinergi mendukung KDKMP. Keberhasilan program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional dari wilayah paling bawah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Temuan 996 Pucuk Senjata di Yayasan Jaksel, Polisi Panggil Mantan Ketua IWD
PT PAL Indonesia Resmi Bangun Kapal Selam Scorpene Generasi Terbaru, Pekerjaan Ditargetkan 8 Tahun
Polda Jabar Tangkap Dua Tersangka Penyebar Konten Hasutan Terkait Pernyataan Presiden Prabowo
Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Pakai Rompi Tahanan, Diperiksa Terkait Emas 74 Kg & Rp543 Miliar
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dijemput dari Rutan KPK, Diperiksa Tim 9 Kejagung Sebagai Tersangka TPPU
Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN: Pesawat Tanpa Awak, Amfibi, Hingga Teknologi Giant Sea Wall
Rp20.5 Triliun Bantuan ke 490 Pemda: Solusi Kilat atau Obat Penunda Penyakit Fiskal Daerah?
PN Jakarta Selatan Tolak Praperadilan Jilid III Roy Suryo, Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Ditolak
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Temuan 996 Pucuk Senjata di Yayasan Jaksel, Polisi Panggil Mantan Ketua IWD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:49 WIB

PT PAL Indonesia Resmi Bangun Kapal Selam Scorpene Generasi Terbaru, Pekerjaan Ditargetkan 8 Tahun

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Pakai Rompi Tahanan, Diperiksa Terkait Emas 74 Kg & Rp543 Miliar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dijemput dari Rutan KPK, Diperiksa Tim 9 Kejagung Sebagai Tersangka TPPU

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN: Pesawat Tanpa Awak, Amfibi, Hingga Teknologi Giant Sea Wall

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB