Dr. Maruli Siahaan Dorong Penguatan Uji Tuntas HAM dan Pengawasan DPR dalam Implementasi Bisnis dan Hak Asasi Manusia

Senin, 13 Juli 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Mediadelegasi: Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Indonesia Business and Human Rights Lawyers Working Group (IBHR-LWG) di Ruang Rapat Komisi XIII, Gedung Nusantara II, Kompleks DPR RI, Jakarta. Audiensi tersebut membahas implementasi prinsip Bisnis dan Hak Asasi Manusia (Business and Human Rights/BHR) di Indonesia serta penguatan perlindungan hak asasi manusia dalam aktivitas dunia usaha, 13 Juli 2026.

Dalam rapat tersebut, Dr. Maruli Siahaan menyoroti masih adanya kesenjangan antara kebijakan yang telah dimiliki pemerintah dengan pelaksanaannya di lapangan. Menurutnya, Indonesia telah memiliki Strategi Nasional Bisnis dan Hak Asasi Manusia, namun implementasi di tingkat perusahaan dinilai masih belum optimal, sementara pengaduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran HAM dalam kegiatan usaha masih terus meningkat.

Untuk itu, Dr. Maruli meminta penjelasan dari IBHR-LWG mengenai faktor-faktor utama yang menyebabkan lemahnya implementasi kebijakan tersebut.

“Indonesia telah memiliki Strategi Nasional Bisnis dan HAM, namun implementasinya di tingkat perusahaan masih menghadapi berbagai tantangan. Kami ingin mengetahui apa yang menjadi akar persoalan sehingga kepatuhan terhadap prinsip-prinsip HAM dalam dunia usaha belum berjalan secara optimal,” ujar Dr. Maruli.

BACA JUGA:  Kolaborasi BPJS Kesehatan Jamin Perlindungan Driver Gojek

Ia mempertanyakan apakah persoalan tersebut lebih disebabkan oleh lemahnya pengawasan negara, belum adanya kewajiban Human Rights Due Diligence (HRDD) bagi perusahaan, atau masih belum efektifnya mekanisme pemulihan bagi masyarakat yang menjadi korban dugaan pelanggaran HAM akibat aktivitas bisnis.

Selain itu, Dr. Maruli juga meminta masukan mengenai langkah-langkah kebijakan yang paling mendesak agar fungsi pengawasan DPR RI mampu menghasilkan perubahan nyata dalam praktik bisnis yang menghormati hak asasi manusia, bukan hanya sebatas pemenuhan kewajiban administratif.

Menurutnya, penguatan tata kelola bisnis yang berperspektif HAM memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, dan DPR RI sebagai lembaga pengawas.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Maruli turut menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat implementasi prinsip Bisnis dan HAM di Indonesia.

Pertama, ia mendorong adanya kewajiban penerapan Human Rights Due Diligence (HRDD) bagi perusahaan, khususnya yang bergerak pada sektor-sektor berisiko tinggi seperti pertambangan, perkebunan, dan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, mekanisme uji tuntas HAM penting untuk mengidentifikasi, mencegah, memitigasi, serta menangani potensi dampak negatif kegiatan usaha terhadap hak asasi manusia sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan operasional.

Kedua, Dr. Maruli mengusulkan pembentukan Kaukus Parlemen Bisnis dan HAM yang melibatkan lintas komisi dan lintas fraksi di DPR RI sebagai wadah koordinasi dalam memperkuat pengawasan terhadap implementasi prinsip-prinsip Bisnis dan HAM.

BACA JUGA:  Sosok Maruli Siahaan Sudah Pantas Jadi Figur Sang "Ayah" di Sumut

Ia menegaskan bahwa kaukus tersebut harus memiliki target yang jelas dan terukur, antara lain mendorong harmonisasi regulasi, melakukan pemantauan terhadap sektor-sektor usaha berisiko tinggi, menindaklanjuti pengaduan masyarakat, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2025 tentang Strategi Nasional Bisnis dan Hak Asasi Manusia.

“Pengawasan DPR RI harus mampu menghasilkan perubahan nyata. Tidak cukup hanya memastikan kepatuhan administratif, tetapi juga harus memastikan perlindungan hak masyarakat benar-benar terlaksana di lapangan,” tegas Maruli.

Menurut Dr. Maruli, penguatan prinsip Bisnis dan HAM merupakan bagian penting dari upaya menciptakan iklim investasi yang sehat, berkelanjutan, serta memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha tanpa mengabaikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.

Melalui RDPU ini, Komisi XIII DPR RI diharapkan memperoleh berbagai masukan strategis dari kalangan praktisi dan akademisi untuk memperkuat kebijakan nasional di bidang Bisnis dan HAM, sekaligus mendorong terciptanya tata kelola dunia usaha yang lebih bertanggung jawab, transparan, dan berkeadilan. D|Red-Ali.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Ali

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:34 WIB

PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli

Berita Terbaru

Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Agung Ardiyanto,SH.,MH. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Aswas Kejati Sumut Tegaskan Kedisiplinan Pegawai Saat Apel Pagi

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:08 WIB