Jakarta-Mediadelegasi: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan tanggapan positif dan menyambut hangat inisiatif GERTANUSA Foundation untuk menjalin kerja sama strategis. Kemitraan ini difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia, peningkatan keterampilan melalui pelatihan vokasi, program pemagangan, hingga pembinaan kewirausahaan bagi masyarakat luas.
Penjajakan kesepahaman ini berlangsung dalam suasana yang konstruktif saat Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menerima audiensi langsung dari jajaran pimpinan Yayasan Gerakan Tani Muda Nusantara atau GERTANUSA Foundation di ruang kerjanya, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihak GERTANUSA Foundation memaparkan sejumlah usulan program kerja sama yang dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Usulan tersebut mencakup berbagai aspek yang mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja di Indonesia.
Salah satu program yang diajukan adalah keterlibatan aktif dalam Program Pemagangan Nasional atau yang dikenal dengan nama MagangHub. Program ini bertujuan menjembatani lulusan pendidikan dengan dunia usaha agar mereka memiliki pengalaman kerja nyata sebelum terjun sepenuhnya ke lapangan.
Selain itu, yayasan juga mengusulkan kerja sama dalam Program Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Pelatihan Vokasi Nasional. Melalui program ini, diharapkan tenaga kerja memiliki keahlian yang sesuai dengan standar industri dan lebih siap bersaing di pasar kerja.
Kerja sama juga diarahkan untuk memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja milik pemerintah maupun BLK Komunitas. Keduanya akan difungsikan bersama untuk mengembangkan pusat pengembangan usaha pertanian atau Agri Business Hub Centre yang menjadi andalan sektor ekonomi pedesaan.
Pihak GERTANUSA juga menawarkan fasilitas pelatihan yang dimiliki yayasan untuk dijadikan lokasi resmi penyelenggaraan berbagai kegiatan pembelajaran. Hal ini menambah pilihan tempat pelatihan yang lebih luas dan mudah dijangkau oleh masyarakat di berbagai daerah.
Tidak hanya berhenti pada keterampilan teknis, usulan juga mencakup pengembangan program inkubasi wirausaha. Program ini akan terintegrasi dengan Talent Innovation Hub dan skema Tenaga Kerja Mandiri Pemula guna melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru.
Menanggapi seluruh usulan tersebut, Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi menyatakan dukungan penuh dan menilai rencana kerja sama ini sangat sejalan dengan arah kebijakan kementerian. Ia menegaskan bahwa upaya pengembangan SDM tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah.
“Dunia kerja terus berubah dan tantangannya semakin kompleks. Oleh karena itu, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar akses pelatihan, magang, dan pembinaan usaha bisa menjangkau lebih banyak orang,” tegas Cris.
Ia menambahkan, Kemnaker terus membuka seluas-luasnya ruang sinergi dengan lembaga swasta, yayasan, dan organisasi kemasyarakatan. Semua ini bertujuan agar tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi dan membuka peluang penghidupan yang lebih baik.
Sebagai langkah tindak lanjut konkret, kedua pihak sepakat segera menyusun draf Nota Kesepahaman atau MoU. Dokumen ini nantinya menjadi landasan hukum yang jelas, sehingga berbagai program kolaborasi dapat berjalan terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan tenaga kerja Indonesia. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Miranda
Editor : Alan







