Sidang Putusan Praperadilan Roy Suryo Berlangsung Hari Ini, Puluhan Pendukung Penuhi Ruang Sidang

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan pendukung Roy Suryo memadati PN Jakarta Selatan saat putusan praperadilan dibacakan, Selasa (7/7/2026). Foto: Ist.

Puluhan pendukung Roy Suryo memadati PN Jakarta Selatan saat putusan praperadilan dibacakan, Selasa (7/7/2026). Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Suasana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terasa sangat tegang dan ramai pada Selasa (7/7/2026). Hari itu menjadi momen penting dibacakannya putusan praperadilan yang diajukan oleh Roy Suryo, terkait rangkaian tindakan hukum yang dilakukan penyidik dalam kasus dugaan fitnah soal ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Sidang ini menarik perhatian luas, terbukti dengan puluhan pendukung yang memadati area pengadilan sejak pagi. Sebagian besar adalah ibu-ibu yang mengenakan pakaian serba putih, berdiri rapi dan mengikuti setiap proses jalannya persidangan dengan perhatian penuh.

Mengingat antusiasme yang tinggi, pihak kepolisian memperketat pengamanan di dalam dan luar gedung. Sejumlah personel dikerahkan untuk mengatur arus orang, menjaga ketertiban, serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama sidang berlangsung.

Persidangan dipimpin oleh Hakim Tunggal Praperadilan I Ketut Darpawan. Dalam ruang sidang, Roy Suryo hadir secara langsung didampingi tim kuasa hukumnya yang siap mendampingi jalannya proses hukum tersebut.

Di sisi lain, pihak termohon yang mewakili penyidik dari Polda Metro Jaya juga hadir lengkap. Kehadiran kedua belah pihak menandakan bahwa proses pemeriksaan ini berjalan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

BACA JUGA:  Ahli Bela Roy Suryo, Ijazah Jokowi Diuji Lagi

Pembacaan putusan resmi dimulai tepat sekitar pukul 13.00 WIB. Tidak hanya para pihak yang berperkara, sejumlah awak media dari berbagai lembaga pers juga memenuhi ruang liputan untuk mendokumentasikan dan menyampaikan perkembangan sidang kepada publik.

Perlu diketahui, gugatan praperadilan ini diajukan Roy Suryo untuk mempertanyakan keabsahan seluruh rangkaian proses hukum yang menimpanya. Mulai dari tindakan penangkapan, penggeledahan, hingga penetapan penahanan yang dilakukan aparat kepolisian.

Gugatan tersebut didaftarkan secara resmi pada Senin, 22 Juni 2026, dengan nomor perkara 99/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL. Melalui jalur ini, ia ingin membuktikan apakah langkah penyidik sudah sesuai prosedur hukum atau justru menyimpang.

Dalam gugatannya, Roy menjadikan dua pihak sebagai tergugat. Pertama, jajaran Polda Metro Jaya sebagai instansi yang melakukan penyelidikan dan penangkapan. Kedua, Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang menjadi lembaga penuntut umum dalam perkara ini.

BACA JUGA:  Viral Video Sel Mewah di Lapas Cilegon, Kalapas Bantah Ada Peredaran Narkoba

Sebagai informasi, Roy Suryo bersama Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa, resmi ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat, 19 Juni 2026. Penangkapan ini bermula dari laporan terkait dugaan penyebaran berita bohong dan fitnah soal dokumen pendidikan mantan Presiden Jokowi.

Keduanya sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Polri sebelum akhirnya berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Menariknya, saat ini status penahanan mereka sudah ditangguhkan sementara, sementara proses hukum terus bergulir.

Sidang hari ini menjadi penentu awal apakah proses hukum yang dijalani Roy Suryo sah atau memiliki kejanggalan. Putusan hakim nantinya akan menjadi titik balik yang sangat berpengaruh terhadap kelanjutan perkara ini ke tahap persidangan berikutnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Ivan

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hotspot Bergeser ke Sumatera, Menhut Raja Antoni: Data Karhutla Sangat Dinamis
Pengelolaan Whoosh Beralih ke Kemenkeu Mulai September 2026, Dikelola Lewat SMV Agar Tak Bebani APBN
Warga Pati Minta DPR Tindak Kelompok Pengatasnama Rakyat yang Sebar Kerusuhan dan Hoaks
Kabut Asap Karhutla Melanda Pekanbaru, Siswa PAUD–SMP Belajar Daring Senin
Kemhan Tegaskan Unhan Tidak Larang Hijab, Akan Sempurnakan Aturan Seragam Kadet Perempuan
Pemblokiran Rekening Supriyono: PPATK Bantah Terlibat, Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Langkah Tersebut
Prabowo Turun Langsung ke Lokasi Karhutla Kalbar, Tinjau Pemadaman dan Pastikan Penanganan Optimal
Gunung Anak Krakatau Meletus Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 400 Meter, Warga Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Hotspot Bergeser ke Sumatera, Menhut Raja Antoni: Data Karhutla Sangat Dinamis

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Pengelolaan Whoosh Beralih ke Kemenkeu Mulai September 2026, Dikelola Lewat SMV Agar Tak Bebani APBN

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Melanda Pekanbaru, Siswa PAUD–SMP Belajar Daring Senin

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Kemhan Tegaskan Unhan Tidak Larang Hijab, Akan Sempurnakan Aturan Seragam Kadet Perempuan

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Pemblokiran Rekening Supriyono: PPATK Bantah Terlibat, Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Langkah Tersebut

Berita Terbaru

Foto: Tampak jelas ulat hidup yang ditemukan di dalam sajian telur puyuh bumbu yang disajikan melalui Program Makan Bergizi Gratis di Belongkut, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Temuan ini terekam dalam video yang viral pada Jumat (21/8/2026) dan memicu kemarahan publik serta tuntutan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan mutu makanan MBG.

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Ulat dalam Ompreng MBG Labura, BGN Didesak Tak Berhenti pada Permintaan Maaf

Senin, 24 Agu 2026 - 18:17 WIB