Kenaikan Harga BBM: Kupas Tuntas Dampak Ekonomi Sosial

Selasa, 13 September 2022 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris KNPI Sumut Muhammad Asril (tiga kiri), dalam diskusi public digelar Kelompok Studi Mahasiswa Mahardika FISIP USU, Selasa (13/9). Foto: D|Ist

Sekretaris KNPI Sumut Muhammad Asril (tiga kiri), dalam diskusi public digelar Kelompok Studi Mahasiswa Mahardika FISIP USU, Selasa (13/9). Foto: D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Kelompok Studi Mahasiswa Mahardika FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar diskusi publik, Selasa (13/9), Dihelat di aula fakultas tersebut,  diskusi mengangkat tema kenaikan harga BBM, Kupas Tuntas Dampak Ekonomi Sosial.

Diskusi dibuka Kepala Laboratorium Politik FISIP USU, Muhammad Ardian SSos MIP.

“Tentu ini kita apresiasi karena akan semakin membuka wawasan kita terhadap hal keterkinian. Harapannya bisa memberi salahsatu solusi untuk negeri ini,” kata Ardian.

Diskusi menghadirkan Narasumber Dosen Ilmu Politik FISIP USU Fuad Ginting SSos MIP, Dosen FIS UINSU Dr Faisal Riza MA, Sekretaris KNPI Sumut Muhammad Asril serta Ketua KSM Mahardika Yoelando Silalahi.

Faisal Riza memaparkan tentang konsep kebangsaan modern. Dimana semua kebutuhan rakyat telah disediakan oleh negara.

“Kenaikan harga BBM ini kurang menarik untuk disinggung. Yang menarik untuk digarisbawahi adalah negara sudah tak mau lagi membantu rakyatnya karena subsidi dicabut, ini jelas berdampak pada ekonomi sosial,” kata Faisal Riza.

BACA JUGA:  Spekulasi Kenaikan BBM: Pemerintah Pastikan Harga Tetap

Menurut Direktur Lembaga Riset dan Konsultasi, Political Literacy Desk (Polldesk) itu, kenaikan harga BBM menegaskan Indonesia adalah pasar yang empuk bagi perdagangan global.

“Indonesia, kalau masih mau disebut sebagai negara, sudah seperti pasar tradisional seperti Pasar Sukaramai itu. Siapa yang kuat dan tahan banting, dia yang mampu mengendalikan,” ujar Faisal Riza.

Sementara itu Sekretaris KNPI Muhammad Asril menyindir Pertamina sebagai perusahaan yang memonopoli BBM di Indonesia.

“Merem saja Pertamina ini sudah bisa untung. Makanya Komisaris dan Direksinya tiap bulan dapat kompensasi dua sampai tiga miliar per bulan. Itu Ahok yang sekarang komisaris Pertamina kok diem-diem aja sekarang,” kata Asril.

Kompensasi yang didapat pejabat Pertamina itu berbading 360 derajat dengan kondisi rakyat kecil terdampak kenaikan harga BBM.

“Coba sehari kita keliling Medan ini aja dulu nengok perjuangan rakyat kecil berdagang kecil-kecilan,” ujar Asril.

BACA JUGA:  Ibu Negara Iriana Joko Widodo Kunjungi Stan Dekranasda Medan

Narasumber lainnya, Fuad Ginting menilai kenaikan harga BBM bukan solusi tepat untuk kondisi negara saat ini.

“Baru mau pulih dari pandemi kok malah kebijakannya seperti ini. Jangan-jangan malah negara sedang berbisnis dengan rakyatnya,” ujar Fuad.

Fuad mewanti-wanti kepada masyarakat khususnya mahasiswa agar memelototi kebijakan kenaikan harga BBM. “Jangan jangan ada lobi-lobi kapital otomotif ke negara kita,” kata Fuad.

Di bagian lain, Ketua Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Mahardika, Yoelando Silalahi mengajak mahasiswa terus melek terhadap perkembangan tanah air.

“Mari terus hidupkan rasa kepedulian. Peduli terhadap sesama dan bangsa ini. Perubahan ada di tangan pemuda dan mahasiswa. Jangan hanya kuliah dan pulang,” kata Yoelando.

Peserta diskusi, Jhon Sibarani menilai kebijakan kenaikan harga BBM tidak tepat. “Saya jadi berpikir bahwa ada indikasi ini untuk kepentingan politik ke depan,” kata Jhon. D|Red-06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Isu Rebutan Proyek LPJU Ratusan Miliar Bergulir, Kadishub Medan Bungkam Saat Dikonfirmasi
Berebut Proyek LPJU Medan Ratusan M, Wali Kota dan Kadishub Belum Menjawab
Kontroversi Dian Cina, Isu Kendalikan Narkoba hingga Desakan ke Nusakambangan
Proyek LPJU Kota Medan Rp100 Miliar Lebih Disorot, Empat Kelompok Berebut Jadi Pemenang
LHKPN Jadi Tanda Tanya, Ini Rekam Jejak Kontroversi Kapolrestabes Medan
DPP Garda Kamtibmas Minta Dian Cina Dipindahkan ke Nusakambangan
Penunjukan Kadisdik Medan Disorot, Kasus BLUD Pirngadi Kembali Jadi Sorotan
Air Mata Ibu Pecah, Pelajar SMA Tewas Ditembak di Tengah Bentrokan Medan Labuhan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:51 WIB

Berebut Proyek LPJU Medan Ratusan M, Wali Kota dan Kadishub Belum Menjawab

Senin, 27 Juli 2026 - 13:41 WIB

Kontroversi Dian Cina, Isu Kendalikan Narkoba hingga Desakan ke Nusakambangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:12 WIB

Proyek LPJU Kota Medan Rp100 Miliar Lebih Disorot, Empat Kelompok Berebut Jadi Pemenang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:28 WIB

LHKPN Jadi Tanda Tanya, Ini Rekam Jejak Kontroversi Kapolrestabes Medan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:46 WIB

DPP Garda Kamtibmas Minta Dian Cina Dipindahkan ke Nusakambangan

Berita Terbaru