Keuskupan Agung Medan Bantah Video Pastor Dukung Anies Baswedan

- Penulis

Kamis, 3 November 2022 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pastor RP Yosafat Ivo Sinaga OFMCap. Foto: Ist

Pastor RP Yosafat Ivo Sinaga OFMCap. Foto: Ist

Medan-Mediadelegasi: Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan membantah narasi dalam sebuah video hoax yang beredar dengan memberi judul 70 pastor Katolik di Kota Pematang Siantar memberi dukungan kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden.

Keuskupan Agung Medan melalui siaran pers yang diterima Mediadelegasi, di Medan, Kamis (3/11) menegaskan bahwa tidak benar isi potongan video yang telah viral di media sosial berjudul 70 Pastor Dukung Anies.

“Terkait dengan youtube itu, kami perlu menyampaikan bahwa hal itu tidak benar. Dalam Gereja
Katolik, para Klerus (Pastor) tidak boleh atau bahkan dilarang terlibat politik praktis,” sebut Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Agung Medan, Pastor RP Yosafat Ivo Sinaga OFMCap.

BACA JUGA:  Gubsu Bobby Nasution Serahkan bantuan Pembangunan Masjid Rp250 Juta, saat Safari ramadhan di Binjai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pastor Yosafat menegaskan, Gereja Katolik selalu menjaga netralitas dan memelihara persatuan multi etnik, suku dan agama.

Karena itulah, lanjutnya, Gereja Katolik tidak pernah berpijak pada salah satu poros entah itu partai atau tokoh tertentu.

“Tegasnya Gereja Katolik tetap menjaga netralitas. Untuk mewujudkan netralitas itulah para pastor tetap menjaga dan memelihara persatuan dengan tidak jatuh dalam poros tertentu,” ujarnya.

Menanggapi beredarnya sebuah tayangan di youtube yang memperlihatkan seolah-olah ada 70 pastor di Pematang Siantar mendeklarasikan mendukung Anies, pihaknya mengimbau semua pihak untuk menjalankan politik yang elegan dan etika politik yang benar dan tidak menghalalkan segala cara demi nafsu politik.

BACA JUGA:  NU Batubara Dukung Kinerja Kapolri

Disebutkannya, politik itu sejatinya mempersatukan dan bukan memecah belah. Politik itu hendaknya dijalankan demi kepentingan dan kesejahteraan bersama (Bonum Commune),.

Pastor Yosafat juga menyerukan kepada segenap elemen masyarakat agar tetap bersikap kritis terhadap pemberitaan di media sosial yang mungkin tidak menyampaikan berita secara benar.

“Kita jangan terlalu cepat percaya apalagi meneruska berita yang belum tahu kebenarannya. Kita juga jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah persaudaraan di antara kita,” katanya. D|rel

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal
Kejati Sumut Geledah Kantor Satker PKP Sumatera II Terkait Dugaan Korupsi Rusun Rp64 Miliar
Rico Waas Apresiasi Kinerja Jajaran, Pemko Medan Borong Dua Penghargaan Nasional
Komisi VIII Pastikan Kesiapan Layanan & Mitigasi Kedaruratan di Embarkasi Medan

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:10 WIB

DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:05 WIB

Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut

Rabu, 29 April 2026 - 15:11 WIB

LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Berita Terbaru