KPK Usut Aliran Uang Outsourcing ke Fadia Arafiq, Terima Dugaan Rp5,5 Miliar dari Kerugian Rp19 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq. Foto: Ist.

Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penanganan kasus korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq. Fokus penyelidikan kini diarahkan untuk menelusuri aliran dana yang diduga berasal dari proyek pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Langkah ini dilakukan setelah KPK memeriksa seorang saksi kunci pada Senin (11/5/2026) kemarin.

Saksi yang dipanggil dan diperiksa oleh tim penyidik adalah Ryan Savero, yang berstatus sebagai wiraswasta. Kehadiran Ryan dalam persidangan pemeriksaan ini menjadi bagian penting untuk mengungkap jaringan dan mekanisme perputaran uang yang diduga masuk ke kantong tersangka.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan kegiatan pemeriksaan tersebut dalam keterangan resminya, Selasa (12/5/2026). Ia menjelaskan bahwa selama proses pemeriksaan berlangsung, penyidik secara khusus mendalami segala informasi yang diketahui saksi terkait dugaan penerimaan sejumlah uang oleh tersangka yang kerap disingkat FAR tersebut.

“Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait adanya dugaan penerimaan uang oleh Tersangka FAR,” ungkap Budi, menegaskan arah pemeriksaan yang sedang berjalan. Meski demikian, ia belum bisa memastikan kebenaran maupun rincian pasti dari penerimaan uang tersebut.

Menurut Budi, tugas penyidik saat ini masih berfokus menelusuri maksud, tujuan, serta dasar hukum atau transaksi apa yang melatarbelakangi penyerahan uang tersebut. Segala kemungkinan akan diselidiki untuk membuktikan apakah itu merupakan suap, gratifikasi, atau bentuk penyalahgunaan anggaran negara lainnya.

BACA JUGA:  Bupati Rejang Lebong Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT

“Penyidik masih akan menelusuri maksud dan tujuan dari aliran uang tersebut,” tegas Budi Prasetyo. Penyelidikan ini merupakan kelanjutan dari langkah hukum besar yang dilakukan KPK beberapa waktu lalu terkait kasus korupsi di daerah Pekalongan.

Sebelumnya, nama Fadia Arafiq resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing. Penetapan status tersangka ini dilakukan tak lama setelah KPK berhasil menjaringnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Semarang pada Selasa (3/3/2026).

Dalam operasi senyap tersebut, tidak hanya Fadia yang diamankan. Sebanyak 14 orang yang dianggap memiliki keterkaitan dalam kasus ini juga ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni di Kota Semarang dan Kabupaten Pekalongan. Langkah enforcement ini menegaskan bahwa kasus ini melibatkan banyak pihak dengan nilai kerugian yang sangat besar.

Pasca penangkapan, KPK segera mengambil langkah tegas dengan menetapkan penahanan terhadap Fadia Arafiq guna mengamankan proses hukum. Hal ini disampaikan langsung oleh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (4/3/2026).

Berdasarkan hasil penghitungan awal dan bukti yang dikumpulkan penyidik, kerugian negara yang timbul akibat kebijakan pengadaan dan pembayaran gaji pegawai outsourcing ini mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp19 miliar. Angka ini merupakan akumulasi dari kelebihan pembayaran yang tidak sesuai ketentuan.

BACA JUGA:  Budi Arie Lontar Wacana Percepatan Politik Sebelum 2029, Relawan Prabowo Murka dan Kecam

Dari total kerugian negara sebesar Rp19 miliar itu, terungkap rincian aliran uang yang diduga diterima oleh berbagai pihak terkait. Fadia Arafiq sendiri diduga kuat menerima porsi terbesar sebesar Rp5,5 miliar. Tidak hanya dirinya, lingkaran terdekatnya pun disebut menerima aliran dana tersebut.

Rincian pembagian uang tersebut tercatat sebagai berikut: Suami Fadia, Mukhtaruddin Ashraf Abu, diduga menerima Rp1,1 miliar; Direktur PT RNB, Rul Bayatun, menerima Rp2,3 miliar; putra pertama Fadia, Muhammad Sabiq Ashraff, menerima Rp4,6 miliar; putra kedua Fadia, Menhaz Na, menerima Rp2,5 miliar; serta terdapat catatan penarikan tunai sebesar Rp3 miliar yang hingga kini juga masih ditelusuri asal-usul dan tujuannya.

Kini, dengan terus berjalannya pendalaman kasus dan pemeriksaan saksi-saksi, KPK berharap dapat segera melengkapi berkas perkara dan membuktikan secara sah di pengadilan bagaimana skema korupsi ini berjalan, siapa saja yang terlibat sepenuhnya, serta memastikan uang negara yang hilang dapat dikembalikan seutuhnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo: Jangan Sampai Karhutla Masuk Zona Inti IKN, Minta Helikopter Chinook Diterjunkan
Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana, Minta Selalu Siap Hadapi Ancaman Alam
MK Tolak Uji Materi APBN 2026 Soal Keterlibatan Guru Awasi Program MBG
Kejagung Minta Hakim Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Penetapan Tersangka Dinilai Sah
Erupsi Anak Krakatau Sebar Abu Vulkanik, Empat Bandara Ditutup Hingga Sore Ini
Polri Tetapkan 113 Tersangka Karhutla, Riau Catat Jumlah Tertinggi
Vonis Banding Dipangkas, Menteri Pigai Dorong Kasasi Hingga PK Demi Keadilan Andrie Yunus
Hasil Tes CAT PPIH 2027 Dilihat Secara Langsung, BKN: Skor Real-Time Tayang di YouTube
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:27 WIB

Prabowo: Jangan Sampai Karhutla Masuk Zona Inti IKN, Minta Helikopter Chinook Diterjunkan

Senin, 7 September 2026 - 14:32 WIB

Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana, Minta Selalu Siap Hadapi Ancaman Alam

Senin, 7 September 2026 - 13:09 WIB

MK Tolak Uji Materi APBN 2026 Soal Keterlibatan Guru Awasi Program MBG

Senin, 7 September 2026 - 12:03 WIB

Erupsi Anak Krakatau Sebar Abu Vulkanik, Empat Bandara Ditutup Hingga Sore Ini

Sabtu, 5 September 2026 - 17:54 WIB

Polri Tetapkan 113 Tersangka Karhutla, Riau Catat Jumlah Tertinggi

Berita Terbaru