Medan-Mediadelegasi: Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman kembali mengingatkan prajurit agar senantiasa memegang teguh netralitas TNI dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis dalam Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024.
“Kita memegang teguh netralitas TNI untuk tidak terlibat dalam politik praktis,” katanya, saat melakukan kunjungan kerja ke markas Kodim 0201/BS di Medan, Kamis (27/10).
Menurut Dudung, penyelenggaraan Pemilu 2024 menjadi ajang pembuktian bagi seluruh prajurit TNI dalam menciptakan situasi kondusif, aman, dan damai disamping netralitas politik.
Karena itu, KSAD menegaskan akan memberi sanksi tegas bagi prajurit TNI AD yang terbukti terlibat dalam politik praktis.
Dikatakannya, tahapan Pemilu Serentak 2024 sudah berjalan, bahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan 18 partai politik yang sudah dinyatakan lolos verifikasi administrasi.
Sejumlah partai politik juga terpantau sudah mulai mendeklarasikan dan mendukung para tokoh-tokoh sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk diusung pada pesta demokrasi lima tahunan.