Prabowo Protes Istilah “Uang Lelah” : Tentara Tidak Boleh Lelah

- Penulis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan-Mediadelegasi: Presiden Prabowo Subianto mengoreksi istilah “uang lelah” untuk prajurit TNI yang menangani bencana. Menurutnya, istilah yang harus digunakan adalah “uang semangat”, karena prajurit TNI tidak boleh lelah.

 

Mengenai uang makan dan uang lelah ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya mengungkapkan bahwa setiap prajurit TNI yang bertugas menangani bencana di Sumatera akan mendapatkan uang makan dan uang lelah sebesar Rp 165 ribu per hari.

 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Abdul Muhari, menjelaskan bahwa uang makan sebesar Rp 45 ribu per hari dan uang lelah sebesar Rp 120 ribu per hari.

 

Prabowo membahas hal ini dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1), bersama jajaran kabinet usai meninjau hunian sementara untuk korban bencana.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo: Mark Up Anggaran Sama dengan Mencuri

 

“Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tentara nggak boleh lelah,” kata Prabowo mengoreksi.

 

Suharyanto, Kepala BNPB, menjawab, “Uang saku, Bapak, siap.”

 

Prabowo menegaskan bahwa uang tersebut adalah uang semangat, bukan uang lelah. “Uang semangat, tidak mengenal lelah,” kata Prabowo.

 

TNI telah mengajukan dana operasional penanganan bencana sebesar Rp 84 miliar, dan BNPB telah menyalurkan Rp 2,7 miliar ke Mabes TNI dan kodam di wilayah bencana.

 

Prabowo menekankan bahwa TNI harus berbakti kepada bangsa dan tidak mengenal lelah.

 

Suharyanto melanjutkan pemaparannya, mengatakan bahwa perbaikan jembatan dibiayai oleh BNPB dan mekanisme BNPB adalah bekerja dulu, baru melaporkan anggaran yang dikeluarkan.

BACA JUGA:  Prabowo Kunjungi Pulau Miangas, Berjanji Rawat Bandara dan Perbaiki Seluruh Puskesmas

 

BNPB bekerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk menangani bencana dan memberikan bantuan kepada korban.

 

Prabowo meminta Suharyanto melanjutkan pemaparannya setelah mengoreksi istilah uang lelah.

 

Suharyanto menjelaskan bahwa BNPB akan terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan.

 

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung upaya penanganan bencana dan memberikan bantuan kepada korban. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, Semburkan Kolom Abu Setinggi 1.500 Meter
KPK Gelar OTT di Sumsel, Bupati Muara Enim Edison Ditangkap
Minyakita Dihapus dari Bantuan Pangan, Pasokan Dialihkan Penuh ke Pasar Rakyat
Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Sebut Lebih dari 20 Nama Terlibat Dugaan Korupsi MBG
Terkait Kasus Dugaan Korupsi, Ketua Ombudsman Hery Susanto Dipecat Tidak Hormat Majelis Etik
Wamenaker Afriansyah Noor: Pendidikan, Kompetensi, dan Sertifikasi Kunci Mahasiswa Siap Hadapi Dunia Kerja
Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Setop Rekrut Honorer Baru karena Jadi Beban
Rupiah Anjlok ke Rp 18.201 per Dollar AS, Pemerintah Diminta Perbaiki Sentimen Pasar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 18:15 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, Semburkan Kolom Abu Setinggi 1.500 Meter

Senin, 8 Juni 2026 - 17:35 WIB

KPK Gelar OTT di Sumsel, Bupati Muara Enim Edison Ditangkap

Senin, 8 Juni 2026 - 16:43 WIB

Minyakita Dihapus dari Bantuan Pangan, Pasokan Dialihkan Penuh ke Pasar Rakyat

Senin, 8 Juni 2026 - 16:10 WIB

Terkait Kasus Dugaan Korupsi, Ketua Ombudsman Hery Susanto Dipecat Tidak Hormat Majelis Etik

Senin, 8 Juni 2026 - 15:43 WIB

Wamenaker Afriansyah Noor: Pendidikan, Kompetensi, dan Sertifikasi Kunci Mahasiswa Siap Hadapi Dunia Kerja

Berita Terbaru

KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (8/6/2026), dan menangkap Bupati Muara Enim, Edison. Foto: Ist.

Nasional

KPK Gelar OTT di Sumsel, Bupati Muara Enim Edison Ditangkap

Senin, 8 Jun 2026 - 17:35 WIB