LP2M-UINSU: Angka Kekerasan di Satuan Pendidikan Cukup Tinggi

LP2M-UINSU: Angka Kekerasan di Satuan Pendidikan Cukup Tinggi
Ketua LP2M UINSU Dr Nispul Khoiri MAg, (tengah) berfoto bersama saat pembukaan kegiatan Pendampingan Pencegahan Kekerasan di Sekolah Madrasah berlangsung 10-12 Desember 2023 di Pancur Gading Hotel, Delitua, Deliserdang. Foto:dok-lp2m-uinsu

Deliserdang-Mediadelegasi: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (LP2M-UINSU) menggelar kegiatan, Pendampingan Pencegahan Kekerasan di Sekolah Madrasah berlangsung 10-12 Desember 2023 di Pancur Gading Hotel, Delitua, Deliserdang.

“Setiap jenjang pendidikan memunculkan angka kekerasan yang berbeda. Berbagai kasus kekerasan di sekolah terus terjadi, seperti siswa merudung siswa lain, murid memukuli guru, guru menampar, menyeret, menginjak murid, orangtua menganiaya guru dan kasus lainnya,” beber Dr Nispul Khoiri MAg, Ketua LP2M-UINSU  saat membuka kegiatan tersebut.

Menurutnya, tingginya angka kekerasan pada anak di sekolah semakin mengkhawatirkan. “Kasus-kasus kekerasan tersebut semakin meningkat menunjukkan adanya masalah-masalah  pada pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan sekolah,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Nispul menjelaskan, tindak kekerasan, adalah prilaku yang dilakukan secara fisik, psikis, seksual dalam jaringan (daring) atau melalui buku ajar  yang mencerminkan tindakan agresif dan penyerangan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan dan mengakibatkan ketakutan, trauma, kerusakan barang, luka cedera/cacat dan atau kematian.

Sedangkan bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak adalah, kekerasan fisik,  kekerasan fsikis, kekerasan ekonomi (ditelantarkan, tidak diberi nafkah, diperkerjaan tempat berbahaya), kekerasan seksual dan  kekerasan bullying (perundungan).

BACA JUGA:

LP2M Award 2023, Sebuah Pengabdian

Nispul Khoiri menambahkan, UINSU melalui LP2M berkomitmen meluaskan dan memberikan penguatan pengabdian masyarakat terintegrasi dari Tridarma Perguruan Tinggi.

Kegiatan pendampingan ini, katanya, merupakan wujud komitmen UINSU dalam Pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Pos terkait