Makna di Balik Pohon Terang Perayaan Natal

Makna di Balik Pohon Terang Perayaan Natal
Bambang Saputra, Alumni Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sumatera Utara Medan. Foto: dok-bambang saputra

Di antara kita mungkin ada yang belum tahu kisah pohon terang. Uraian singkat ini semoga dapat mengantarkan pemahaman dan sedikit pencerahan pada suasana perayaan natal tahun 2022.

DALAM al-Quran Surah Thâhâ/20: ayat 10-14 digambarkan bahwa Nabi Musa as melihat api dari kejauhan. Setelah mendatangi api itu, Musa as melihat pohon terang laksana terbakar, tetapi tidak terbakar.

Bagi Musa, pohon terang adalah cahaya milik Tuhan yang melambangkan hadirnya kehidupan baru bagi manusia menuju puncak kesadaran akan ke-Maha-hadiran Tuhan dalam setiap dimensi kehidupan.

Di balik peristiwa pohon terang itu Musa dipilih Tuhan menjadi Rasul-Nya dan menerima wahyu-Nya. Pohon terang adalah lambang kebijaksanaan (wisdom).

BACA JUGA: Kerukunan Antarumat Beragama Perlu Terus Dirajut

Peristiwa Musa as melihat pohon terang (api) ini sama halnya seperti dilihat Nabi Muhammad SAW, ketika Mikraj sampai ke Sidrah al-Muntaha.

Sidrah adalah pohon yang melambangkan kebijaksanaan dan kearifan. Nabi Muhammad SAW melihat dalam bentuk pohon terang yang diliputi kegermerlapan cahaya. Inggris-nya Luth Tree. Sedangkan al-Muntaha artinya puncak tertinggi.

Ketika Nabi Muhammad SAW sampai ke Sidrah al-Muntaha (Luth Tree), artinya Nabi Muhammad SAW telah mencapai puncak kearifan yang tertinggi. Tiada lagi puncak kearifan setelah itu sepanjang kemampuan manusia biasa.

Pos terkait