Surabaya-Mediadelegasi : Ada pemandangan berbeda di halaman Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria, Surabaya menjelang perayaan Natal tahun 2026 ini.
Sebuah pohon Natal menjulang tinggi, bukan dari daun atau rangka plastik seperti biasanya, melainkan tersusun dari ratusan botol bekas berwarna bening yang disusun rapi hingga membentuk kerucut setinggi 12 meter.
Dari kejauhan, pohon tersebut tampak mencuri perhatian. Berbagai pernak-pernik turut menghiasi, mulai pita biru, bola-bola warna-warni, lonceng, bintang, hingga tulisan ucapan Natal dan Tahun Baru. Saat malam tiba, lampu-lampu hias yang terpasang membuat seluruh pohon terlihat lebih hidup.
Sekretariat Gereja, Veronica Diy, menyebut ide ini muncul secara spontan dan ingin berbeda dari yang lainnya. “Pohon terang ini memang idenya itu sebenarnya, ya, agak dadakan gitu,” ujar Veronica.
Meski begitu, panitia gereja mampu menyelesaikannya hanya dalam waktu sekitar satu minggu sejak 15 Desember 2025. Di balik tampilannya yang unik, pohon Natal ini membawa pesan lingkungan yang ingin disampaikan gereja.
Botol-botol plastik yang digunakan nantinya tidak akan berakhir di tempat sampah. “Ya, kami ingin setelah ini memang mau disumbangkan ke itu ke pemulung. Kami cuma apa membuat ini supaya lebih bermanfaat untuk mengurangi sampah plastik. Sampah plastik itu sebenarnya ya sangat riskan ya,” kata Veronica.
Tak hanya dihias, pohon tersebut juga menjadi tempat umat menempelkan kertas berisi doa dan harapan. Kertas warna-warni itu ditulis oleh anak-anak hingga orang dewasa.
“Kami bikin di kertas warna-warni itu, terus ditempelkan aja. Itu doalah, doa, harapan. Kalau sekarang sih masih belum banyak ya. Namanya anak kecil-kecil. Kalau yang bawa-bawa itu pasti anak kecil-kecil. Kalau yang tinggi itu kan pasti orangnya lebih lebih dewasa. gitu. Kalau permintaan-permohonannya ya macam-macam. Paling ndak kami itu ucapan adalah doa,” ungkapnya.
Menjelang misa 24 Desember, jumlah kertas harapan diperkirakan akan bertambah. “Rencananya seperti itu, tapi masih belum tahu ini panitianya, kalau bisa ya umat itu mungkin dibagi kertas gitu, terus disuruh nempelkan,” jelas Veronica.
Menurutnya, pohon Natal dari botol bekas ini bukan sekadar karya kreatif. Ada makna kesederhanaan yang ingin dihadirkan, sebagai pengingat perjalanan kelahiran Yesus Kristus.
“Natal itu. itu bukan hura-hura, tapi kami kembali lagi ini Natal dengan penuh kesederhanaan, tetapi bermakna betul bagi kami bahwa karena kami apa melambangkan Yesus lahir itu di kandang,” pungkasnya.D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.






