Manjajaki HGN Ditetapkan pada 25 November

Rabu, 25 November 2020 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru. Ist

Guru. Ist

Hari Guru Nasional (HGN) yang  diperingati setiap tanggal 25 November, tentulah mengundang pertanyaan besar bagi warga Indonesia pada umumnya. Bagaimana sejarah diperingatinya hari tersebut…?. Berikut informasi dikumpulkan.

Sebagaiamana Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78 Tahun 1994, maka sejak tahun 1994 dicetuskanlah HGN, yang peringatannya bersamaan dengan Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).   

Peringatan HGN dipandang sebagai upaya untuk mewujudkan penghormatan kepada guru. Apa lagi, guru dipandang memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional, tentu khususnya dalam pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menjelang peringatan Hari Guru pertama kali pada 25 November 1994, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Wardiman Djojonegoro, dalam pidatonya yang disiarkan TVRI menegaskan, segala prestasi yang telah dicapai dalam pendidikan tidak bisa dilepaskan dari peran guru. Guru adalah kunci utama pembangunan sumber daya manusia dan menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat di sekitarnya.

BACA JUGA:  Polsek Percut Sei Tuan Berbagi dengan Anak Yatim Piatu

Mengingat pentingnya peran guru, pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 14 tentang Guru dan Dosen. Selain demi memajukan pembangunan nasional di bidang pendidikan, UU tersebut diterbitkan untuk memberdayakan dan meningkatkan mutu tenaga pendidik secara lebih terencana, terarah, dan berkesinambungan.

Sedangkan bersamaannya HGN dengan ulang tahun PGRI itu, diketahui bahwasannya PGRI terbentuk pada 25 November 1945 oleh Rh. Koesnan, Djajeng Soegianto, Amin Singgih, Soetono, Soemidi Adisasmito, Ali Marsaban, dan Abdullah Noerbambang.

Sebelum menjadi persatuan para guru, perkumpulan tersebut bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). PGHB didirikan pada 1912 dan beranggotakan kepala sekolah, guru bantu, guru desa, sampai perangkat sekolah lainnya. Kemudian nama PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI).

Ketika pendudukan Jepang, PGI dilarang, namun setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, PGI menggelar Kongres Guru Indonesia yang pertama kalinya pada 24-25 November 1945 di Surakarta, Jawa Tengah. Salah satu hasil Kongres adalah mereka mengesahkan terbentuknya PGRI.

Untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru. Dibeberapa negara, hari guru diperingati dengan tanggal yang berbeda-beda.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat
Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan
Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya
BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Berita Terbaru

Tersangka Kasim alias Kosim (kiri), residivis peredaran sabu yang diamankan Polsek Kualuh Hulu, Kamis (20/8/2026), beserta barang bukti (kanan) berisi sabu 0,35 gram, timbangan elektrik, plastik klip kosong, alat sedot, HP Oppo biru, dan uang tunai Rp420 ribu. Tersangka mengaku memperoleh barang dari seseorang bernama Kiki yang kini masih diburu. Foto: GS.

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Informasi Warga Berujung Penangkapan, Polsek Kualuh Hulu Amankan Terduga Pengedar Sabu

Kamis, 20 Agu 2026 - 13:42 WIB