MAPEL Pertanyakan Laporannya ke Polda Sumut

Selasa, 21 Februari 2023 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa yang tergabung  dalam Masyarakat Peduli Lingkungan (MAPEL) Indonesia menggelar unjuk rasa mendesak kepolisian menindaklanjuti kasus dugaan aktivitas galian C ilegal, di depan Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (20/2).  Foto: Amirsyam

Massa yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Lingkungan (MAPEL) Indonesia menggelar unjuk rasa mendesak kepolisian menindaklanjuti kasus dugaan aktivitas galian C ilegal, di depan Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (20/2). Foto: Amirsyam

Medan-Mediadelegasi: Yayasan Masyarakat Peduli Lingkungan (MAPEL) Indonesia mempertanyakan tindaklanjut laporannya ke Polda Sumut terkait dugaan alih fungsi lahan Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Padang Lawas Utara dan Padang Lawas yang disinyalir melibatkan PT ANJ Agri Binanga.

Pertanyaan tersebut mengemuka saat massa Mapel Indonesia berunjuk rasa di depan Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (20/2).

“Kita sudah kirim surat pengaduan berikut bukti-bukti lengkap ke Polda Sumut, tetapi sampai hari ini belum diketahui bagaimana tindaklanjutnya,” kata Ketua Umum Yayasan Mapel Indonesia M Yusuf Hanafi Sinaga.

Yusuf dalam orasinya mendesak pihak kepolisian setempat mengusut tuntas legalitas status hak guna usaha (HGU) lahan perkebunan kelapa sawit PT ANJ Agri Binanga di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan Padang Lawas (Palas), terutama di titik koodinat Devisi 4, 11, 12 dan 13.

Kuat dugaan, lanjutnya, lahan kebun sawit yang berada di titik koodinat Devisi 4, 11, 12 dan 13 tersebut merupakan non HGU.

BACA JUGA:  Pemprov Sumut Siapkan Gedung BPSDM untuk Sekolah Rakyat

Jika lahan non HGU itu terbukti telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit, pihaknya memastikan negara selama ini telah dirugikan dari sektor penerimaan pajak.

“Kedatangan kami ke Mapolda Sumut kali ini adalah untuk mengingatkan sekaligus mempertanyakan komitmen Polda Sumut dalam memberantas mafia tanah yang secara terang-terangan merugikan negara dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam aksi unjuk rasa itu, massa MAPEL Indonesia mendesak Polda Sumut segera mengusut hingga tuntas dugaan alih fungsi lahan perkebunan di Kabupaten Paluta dan Palas tersebut.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Umum MAPEL Indonesia Nanang Ardiansyah Lubis mengakui di satu sisi Kapolda Sumut Irjen Pol R Z Panca Putra Simanjuntak dinilai tanggap menangani kasus judi online dan geng motor.

Namun, pihaknya menyatakan heran kenapa di sisi lain laporan pengaduan mengenai dugaan alih fungsi lahan di Kabupaten Paluta dan Palas tersebut sudah hampir satu tahun belum ada tindak lanjut dari sisi hukum.

BACA JUGA:  Perkenalkan Program, Pengurus Koperasi ABP Beraudiensi ke Disbudparekraf

Mapel Sumut juga mendesak Kementerian Lingkungan Hidup untuk mencabut izin PT ANJ Agri Binanga di Kabupaten Paluta dan Palas.

Selain mempertanyakan tindak lanjut dari laporan pengaduannya soal PT ANJ Agri Binanga, massa MAPEL juga mempersoalkan aktivitas penambangan pasir dan batu galian C yang disinyalir tanpa izin di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang.

Pihaknya menduga aktivitas galian C tersebut tanpa memiliki izin resmi dari instansi pemerintah terkait.

Sejumlah material galian C dari aktivitas penambangan yang diduga ilegal itu disinyalir dijual oleh oknum-oknum tertentu ke sebuah perusahaan pengembang perumahan di Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Ia menegaskan, MAPEL Indonesia akan terus menyuarakan dan melakukan advokasi terhadap permasalahan perusakan lingkungan. D|Med-AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB