Hemat saya, lanjut Muarif, memimpin UINSU periode ini tidak cukup dengan sekadar duduk di belakang meja, atau menjadi pembicara seminar di ruangan berpendingin. Rentetan kasus-kasus memalukan, masa lalu hingga saat ini bagai rantai membaja yang memerlukan pemotong melebihi kekuatan baja.
Muarif pun meminta Menteri Agama, mencermati perkembangan UINSU di bawah ‘kabinet’ yang dipimpin Profesor perempuan itu. “Kemampuan kepemimpinan mereka harus terdeteksi secara dini, dan tak perlu segan-segan mengakhirinya, demi citra dan kredibilitas UINSU di mata masyarakat,” katanya.
Bertemu Rektor UHN
Sebagaimana terjadi, pascabentrok di sekitaran Gedung Fakultas Tarbiyah UINSU, Medan Estate, Jumat (10/11), yang mengakibatkan dua orang korban luka-luka berujung dengan pertemuan Rektor Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan dengan Rektor Prof Nurhayati di Kampus UINSU.
Nurhayati menjelaskan kronologi kejadian, yakni dimulai dari sekelompok orang mengedarai sepedamotor menerobos pengamanan dan masuk ke kampus II UINSU Jalan Willem Iskandar, Medan. Kemudian melakukan pemukulan terhadap beberapa mahasiswa yang diduga sebagai oknum yang mereka cari.
Menurut, Humas UINSU Yuni Salma, pertemuan pimpinan kedua kampus itu, disaksikam Kanit Intelkam Polrestabes Medan didampingi Wakapolsek Percut Sei Tuan AKP Masagus Zailani MH, guna untuk mengantisipasi tafsiran-tafsiran yang tidak tepat terhadap peristiwa itu. D|Red