Medan-Mediadelegasi: Di era digitalisasi yang berkembang pesat saat ini, kemampuan membuat konten kreatif kini jadi keterampilan wajib bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Oleh karena itu, pelaku UMKM harus lebih berani berinovasi dalam mem”framing” atau membingkai produk mereka secara jujur dan mengedepankan etika di berbagai platform media sosial,” kata kata praktisi pers Tikwan Raya Siregar di Medan, Senin (13/10).
Pernyataan tersebut disampaikan Tikwan saat menjadi pembicara dalam pelatihan kreator berbasis jurnalistik yang digelar perusahaan pers Media Delegasi.
Ia menilai, platform media sosial seperti TikTok, YouTube, Facebook dan Instagram dapat dijadikan alat jualan yang efektif untuk memperkenalkan produk dan jasa dalam rangka memperluas pasar.
Artinya, menurut dia, jika pelaku UMKM mampu menceritakan secara jujur dan beretika tentang produknya di media sosial, maka calon pembeli akan lebih mudah tertarik.
Namun, ia mengingatkan, kuncinya adalah jangan pernah berhenti belajar dan berkreasi, sebab perkembangan informasi serta teknologi sangat dinamis dan tak pernah mau menunggu meski sebentar saja.
Sebagaimana halnya juga wartawan dalam melaksanakan profesinya, sebut jurnalis senior ini, kreator konten juga ditantang untuk terus berkreasi agar mampu menghasilkan produk informasi, foto dan video berkualitas tinggi dengan deskripsi yang jelas dan informatif.
Situasi tersebut tentunya mengharuskan kreator konten ditantang untuk senantiasa menghasilkan ide-ide baru, beradaptasi dengan platform berbeda, serta menjaga kualitas.
Begitu pun, Tikwan menegaskan bahwa profesi wartawan tetap berbeda dengan kreator konten karena wartawan terikat pada kode etik jurnalistik, sedangkan kreator konten tidak memiliki aturan khusus yang mengikat.
Kode etik jurnalistik sendiri dibuat dengan pertimbangan guna menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar berdasarkan fakta yang ada.
“Wartawan bertanggung jawab atas akurasi dan verifikasi berita untuk khalayak luas, sementara kreator konten bisa membuat konten yang lebih personal, menghibur, atau edukatif untuk target audiens tertentu,” paparnya.
Pelatihan Kreator Berbasis Jurnalistik digelar perusahaan pers Media Delegasi juga menghadirkan wartawati senior Yose Piliang sebagai pembicara.
Di hadapan peserta pelatihan, Yose menekankan tentang pentingnya bertindak secara bijak dalam menyikapi informasi seputar berbagai kemudahan yang diberikan oleh berbagai platform media sosial, termasuk platform yang menawarkan fitur berbelanja.
“Setiap informasi yang disuguhkan oleh platform media sosial tentunya harus disikapi secara cermat dan teliti, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam menafsirkan pesan yang disampaikan,” tuturnya. D|Mdn-04












