Mendikdasmen: UKS Perlu Ditingkatkan untuk Mendukung Cek Kesehatan Gratis

- Penulis

Senin, 4 Agustus 2025 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti usai meninjau pelaksanaan CKG di SD Negeri 02 Cideng, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025). (Foto : Ist.)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti usai meninjau pelaksanaan CKG di SD Negeri 02 Cideng, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025). (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam mendukung pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) di sekolah. Menurutnya, UKS merupakan salah satu prioritas dalam program revitalisasi satuan pendidikan yang juga bagian dari program hasil terbaik cepat (PHTC). Dengan adanya UKS, sekolah dapat menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai untuk siswa, sehingga dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa UKS tidak perlu dibayangkan seperti rumah sakit atau klinik, tetapi lebih kepada penanganan pertama yang disebut sebagai P3K. Fasilitas UKS dapat dilengkapi dengan sarana dan prasarana kesehatan seperti pengukur berat dan tinggi badan, tempat tidur, kotak P3K, dan termometer. Dengan demikian, UKS dapat membantu menyokong tindakan pertolongan pertama kepada murid yang mengalami masalah kesehatan di sekolah.

Mendikdasmen juga menjamin bahwa pihaknya akan berupaya melengkapi fasilitas UKS dengan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan sekolah yang sehat. Dengan adanya UKS yang memadai, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa.

BACA JUGA:  Layanan Pengajuan Pendaftaran Keberadaan Pesantren Kembali Dibuka

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memulai pelaksanaan program CKG untuk anak sekolah pada 4 Agustus 2025. Program pemeriksaan ini ditargetkan menyasar 53,8 juta siswa dari 282 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa program ini bertepatan dengan tahun ajaran baru dan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa.

Program CKG akan menyasar peserta didik di tingkat SD, SMP, SMA, serta madrasah yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, ataupun sekolah rakyat yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Pelaksanaan awal di Sekolah Rakyat telah dimulai untuk sekitar 7 ribu siswa dari 72 sekolah.

Dengan adanya program CKG dan UKS, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa di Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di Indonesia, dan program ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut.

BACA JUGA:  Menkes Ajak Wartawan Ikut Cek Kesehatan Gratis, Menhan Umumkan Pengobatan Gratis di RSPPN

Mendikdasmen berharap bahwa program CKG dan UKS dapat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan siswa. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Pelaksanaan program CKG dan UKS juga diharapkan dapat membantu meningkatkan peran sekolah dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan siswa. Dengan adanya UKS yang memadai, sekolah dapat menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai untuk siswa, sehingga dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Dalam jangka panjang, program CKG dan UKS diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Dengan adanya generasi yang sehat dan sejahtera, diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan perekonomian di Indonesia.

Dengan demikian, program CKG dan UKS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Diharapkan program ini dapat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan siswa, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara
​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:14 WIB

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Berita Terbaru