Menteri Imipas pada Rakernas IWO: Pemerintah Hadapi Perang Digital, IWO Jadi Penyangga Moral Informasi Bangsa

Rabu, 29 Oktober 2025 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, SH MH (Foto:Robin Turnip)

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, SH MH (Foto:Robin Turnip)

Jakarta-Mediadelegasi : Di tengah derasnya arus informasi yang kian sulit dibedakan antara fakta dan manipulasi, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, SH MH menegaskan bahwa pemerintah kini tengah berjuang di medan baru yaitu perang digital.

Mantan Wakapolri ini menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi dan politik, tetapi juga tengah berjuang melawan manipulasi informasi yang semakin marak di era digital.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, SH MH (Foto : Robin Turnip)

Hal itu disampaikan Menteri Jenderal Agus Andrianto yang juga Ketua Majelis Dewan Kehormatan Pengurus Pusat IWO ketika memberikan sambutan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wartawan Online (IWO) ke-III, di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Menurut Agus Andrianto, masa depan tidak lagi melalui perang fisik, melainkan melalui pertempuran di ruang digital. Ia menyebut, ruang inilah yang kini menjadi medan uji bagi kebenaran dan kepercayaan publik.

“Pemerintah Indonesia tidak hanya berjuang dalam bidang ekonomi atau politik, tetapi juga dalam perang melawan manipulasi informasi,” ujarnya.

Mantan Kapolda Sumatera Utara ini menilai, peran media yang semula hanya sebagai penyalur informasi kini telah berkembang menjadi pembentuk persepsi, penentu arah opini publik, bahkan penggerak partisipasi masyarakat.

BACA JUGA:  Siapkan Berkasmu!!! Ada Beasiswa bagi Guru SLB SD hingga SMA, Ini Syarat dan Cara Daftar

“Wartawan online memiliki tanggung jawab lebih besar karena tidak hanya menulis fakta, tetapi juga menangkap nilai kejujuran, keadilan, empati, dan semangat kebangsaan,” tegas Jenderal Agus.

Dalam konteks tersebut, Agus menilai peran Ikatan Wartawan Online (IWO) menjadi sangat penting. Ia memandang IWO bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga garda etika di tengah derasnya arus digitalisasi.

“IWO bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga penyangga moral informasi bangsa yang menjaga agar transformasi digital Indonesia tetap berada di koridor etika, tanggung jawab, dan kebenaran,” tuturnya.

Agus juga menegaskan bahwa pemerintah menjadikan IWO sebagai mitra strategis dalam mengawal agenda nasional, terutama dalam memperkuat literasi digital, etika jurnalistik, dan ketahanan informasi nasional.

“Kita bersama membangun kesadaran publik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” ujarnya.

Rakernas IWO ke-III menjadi momentum penting bagi insan pers digital untuk memperkuat peran jurnalisme online yang beretika dan berpihak pada kebenaran.

“Saya berharap, hasil Rakernas tersebut dapat menjadi kompas moral dalam menjaga integritas wartawan online di tengah dinamika media yang kian cepat dan terbuka,” pungkas Agus yang juga mantan Wakapolri ini.

BACA JUGA:  Jaksa Agung Lantik Jamwas dan Kabandiklat Kejagung

Secara khusus, Menteri Agus Adrianto meminta jurnalis IWO di daerah untuk melaporkan setiap penyelewengan dan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan anggotanya. “Kita siap menerima laporan dari teman-teman IWO di daerah untuk kita tindaklanjuti,” tegasnya kembali.

Kegiatan Penutupan Rakernas IWO se-Indonesia (Foto:Robin Turnip)

Kegiatan Penutupan Rakernas IWO se-Indonesia tersebut turut dihadiri Juru Bicara Gubernur DKI, Iwan Riadi Tarigan, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono, Perwakilan Dewan Pers RI, Ketua Umum IWO H. Teuku Yudistira, pengurus wilayah provinsi dan pengurus daerah IWO kabupaten/kota, termasuk Ketua IWO Kabupaten Samosir Fernando Sitanggang, Sekretaris Petrus Tampubolon, dan Robin Turnip sebagai anggota, serta Bocah Cilik Seniman Betawi Hanif sang Palang Pintu Betawi.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari sejumlah wartawan ibu kota berbagai media di Jakarta, serta dihadiri para pelaku seni budaya Betawi dan tokoh agama, menandai sinergi antara dunia pers, pemerintah, dan kebudayaan dalam menjaga moralitas informasi bangsa. D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB