Menteri Pariwisata: Geopark Kaldera Toba Wujud Nyata Visi Pariwisata Indonesia

- Penulis

Rabu, 16 Juli 2025 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pariwisata Kunjungi Geosite Hutaginjang dalam Rangka Revalidasi Geopark Kaldera Toba. (Foto : Ist.)

Menteri Pariwisata Kunjungi Geosite Hutaginjang dalam Rangka Revalidasi Geopark Kaldera Toba. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa Geopark Kaldera Toba di Sumatra Utara merupakan wujud nyata visi pariwisata Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menpar saat membuka “The 1st International Conference: Geo tourism Destination Toba Caldera UNESCO Global Geopark 2025” di Hotel Khas Parapat, Simalungun, Sumatra Utara.

Keberadaan Geopark Kaldera Toba menjadi bukti nyata pengembangan pariwisata Indonesia senantiasa menjaga keharmonisan dengan alam, budaya, dan ilmu pengetahuan. Menteri Pariwisata mengatakan bahwa dunia mengenal Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keindahan alam bahari yang beragam.

Dikutip dari siaran pers Kemenpar, Selasa (15/7), Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, “Keberadaan Geopark Kaldera Toba sebagai destinasi yang menghadirkan keharmonisan antara alam, budaya, dan ilmu pengetahuan.

Kawasan Danau Toba merupakan salah satu lanskap alam paling ikonik di Indonesia yang lahir dari letusan vulkano-tektonik besar sekitar 7.400 tahun yang lalu dan menciptakan kaldera raksasa dengan luas lebih dari 7.000 kilometer persegi. Tak hanya itu, kawasan Danau Toba juga menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati endemik serta tradisi dan budaya Batak yang kaya dan terus hidup di sekitarnya.

Menteri Pariwisata memaparkan bahwa pengembangan pariwisata tidak cukup sekadar membangun infrastruktur saja, tetapi juga memerlukan harmoni dengan pengetahuan, diperkaya oleh narasi, dan digerakkan oleh inovasi. Forum seperti ini sangat penting untuk ruang di mana ide tumbuh menjadi aksi.

BACA JUGA:  10 Tips Polri ke Masyarakat untuk Wujudkan Mudik yang Aman, Sehat dan Bahagia

Sebagai implementasi dari pengembangan dan penguatan infrastruktur di kawasan Danau Toba, Widiyanti pun mendorong agar pemerintah setempat dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menghadirkan papan-papan informasi yang menjelaskan mengenai geosite-geosite yang ada di sekitar Danau Toba.

Dengan demikian, potensi keindahan alam dan budaya yang ada di kawasan Danau Toba bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Menteri Pariwisata berharap bahwa pengembangan pariwisata di Danau Toba dapat mendatangkan manfaat ekonomi hingga mampu menyejahterakan masyarakat yang ada di sekitarnya.

Gubernur Sumatra Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution menambahkan bahwa potensi wisata yang ada di kawasan Danau Toba perlu dimanfaatkan dan dikembangkan dengan kolaborasi bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Pengembangan berkelanjutan terjadi ketika rasa bangga dan kesadaran tumbuh. Melalui geowisata, kita dapat mendorong inovasi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan membuka peluang ekonomi baru, tanpa mengorbankan nilai alam maupun budaya.

Edukasi adalah fondasi untuk menumbuhkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya konservasi alam dan budaya setempat. Perlindungan terhadap kawasan ini berarti menjaga warisan geologi, keanekaragaman hayati, serta tradisi budaya yang membentuk identitas masyarakat Batak.

BACA JUGA:  Libur Nataru: Pemerintah Prediksi 1,45 Juta Wisman Serbu Indonesia

Menteri Pariwisata menilai bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan potensi kekayaan alam dan budaya yang ada di kawasan Danau Toba. Dengan demikian, potensi alam dan budaya yang ada di Danau Toba dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mewujudkan visi besar ini tidak cukup dengan kekaguman semata, tetapi harus dikelola dengan kesadaran dan arah yang jelas. UNESCO telah memberikan panduan melalui tiga pilar utama geopark global yang mencakup perlindungan, edukasi, dan pengembangan berkelanjutan.

Pengembangan infrastruktur di kawasan Danau Toba perlu dilakukan dengan memperhatikan keharmonisan dengan alam dan budaya setempat. Dengan demikian, pengembangan pariwisata di Danau Toba dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Pengembangan pariwisata di Danau Toba diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya, baik dari segi ekonomi maupun sosial. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari pengembangan pariwisata di daerahnya.

Dengan demikian, Geopark Kaldera Toba merupakan wujud nyata visi pariwisata Indonesia yang senantiasa menjaga keharmonisan dengan alam, budaya, dan ilmu pengetahuan. Pengembangan pariwisata di Danau Toba perlu dilakukan dengan kolaborasi bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak-pihak terkait lainnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru