Dengan keahliannya di bidang politik, Qodari kerap menjadi narasumber dan pemateri di berbagai media nasional. Analisisnya yang tajam dan berbasis data selalu dinantikan oleh publik
Dari sisi pendidikan, Qodari memiliki latar belakang yang solid. Ia meraih gelar sarjana (S1) di Universitas Indonesia dengan fokus pada bidang Psikologi Sosial. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana (S2) di University of Essex, Inggris, dengan spesialisasi Political Behavior. Puncak dari perjalanan akademiknya adalah gelar Doktor Ilmu Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM), yang diraihnya pada tahun 2016 dengan predikat sangat memuaskan.
Disertasinya yang berjudul “Split-Ticket Voting dan Faktor-Faktor yang Menjelaskannya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia Tahun 2014” menunjukkan minat dan keahliannya dalam menganalisis perilaku pemilih dalam konteks politik Indonesia.
Selain berkiprah di dunia akademik dan politik, Qodari juga dikenal sebagai sosok yang memiliki kekayaan yang signifikan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024 yang ia laporkan pada 19 Januari 2025, total kekayaan Qodari mencapai Rp261,9 miliar. Aset terbesarnya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp182 miliar. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







