Muhammad Qodari Dilantik Jadi Kepala Staf Kepresidenan, Fokus Kawal Program Prabowo

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Qodari Dilantik Prabowo Menjadi Kepala Staf Kepresidenan Di Istana Negara, Rabu 17 September 2025. (Foto:Ist)

Qodari Dilantik Prabowo Menjadi Kepala Staf Kepresidenan Di Istana Negara, Rabu 17 September 2025. (Foto:Ist)

Jakarta- Mediadelegasi : Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dalam sebuah reshuffle kabinet yang berlangsung pada hari Rabu, 17 September 2025. Pelantikan ini menandai babak baru dalam pemerintahan Prabowo, dengan harapan KSP dapat menjadi motor penggerak dalam mengawal program-program unggulan.

Sebelumnya, Qodari telah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan sejak 21 Oktober 2024. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga dalam mengemban tugas barunya sebagai orang nomor satu di KSP.

Dalam pernyataan perdananya setelah dilantik, Qodari menegaskan komitmennya untuk menjadikan KSP sebagai garda terdepan dalam menyosialisasikan program-program prioritas Presiden. Ia menekankan bahwa KSP tidak hanya akan menjadi pusat koordinasi (PCO), tetapi juga akan aktif turun langsung ke masyarakat untuk menjelaskan visi dan misi pemerintahan Prabowo.

“Tidak semuanya terpusat di PCO, tapi Insya Allah KSP juga akan tampil menjelaskan program-program Presiden,” ujarnya dengan penuh semangat.

KSP sendiri memiliki peran vital dalam memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam berbagai aspek, mulai dari pengendalian program nasional, komunikasi politik, hingga pengelolaan isu-isu strategis. Salah satu kewenangan penting yang dimiliki oleh Kepala Staf Kepresidenan adalah kemampuan untuk membentuk tim atau gugus tugas lintas kementerian guna menangani persoalan-persoalan krusial yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.

BACA JUGA:  DPR RI Gelar Rapat Paripurna, Empat Agenda Penting Akan Dibahas

Selain fokus pada sosialisasi program dan koordinasi kebijakan, Qodari juga menyoroti pentingnya peningkatan tata kelola pelayanan publik. Ia berkomitmen untuk menerapkan standar internasional, seperti ISO 20000-1:2018 untuk manajemen layanan dan ISO 27001:2022 untuk keamanan informasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas, transparansi, dan akuntabilitas kinerja KSP.

“Ini penting demi memastikan kualitas, transparansi, dan akuntabilitas kinerja KSP,” tegasnya.

Profil Singkat Muhammad Qodari

Muhammad Qodari adalah sosok yang dikenal luas sebagai pengamat politik dan peneliti terkemuka di Indonesia. Pria kelahiran Palembang, 15 Oktober 1973 ini, memiliki rekam jejak yang panjang dan kaya di dunia politik dan akademik.

Dengan keahliannya di bidang politik, Qodari kerap menjadi narasumber dan pemateri di berbagai media nasional. Analisisnya yang tajam dan berbasis data selalu dinantikan oleh publik

Dari sisi pendidikan, Qodari memiliki latar belakang yang solid. Ia meraih gelar sarjana (S1) di Universitas Indonesia dengan fokus pada bidang Psikologi Sosial. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana (S2) di University of Essex, Inggris, dengan spesialisasi Political Behavior. Puncak dari perjalanan akademiknya adalah gelar Doktor Ilmu Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM), yang diraihnya pada tahun 2016 dengan predikat sangat memuaskan.

BACA JUGA:  Penggemblengan di Magelang, Menteri-menteri Naik Pesawat TNI

Disertasinya yang berjudul “Split-Ticket Voting dan Faktor-Faktor yang Menjelaskannya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia Tahun 2014” menunjukkan minat dan keahliannya dalam menganalisis perilaku pemilih dalam konteks politik Indonesia.

Selain berkiprah di dunia akademik dan politik, Qodari juga dikenal sebagai sosok yang memiliki kekayaan yang signifikan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024 yang ia laporkan pada 19 Januari 2025, total kekayaan Qodari mencapai Rp261,9 miliar. Aset terbesarnya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp182 miliar. D|Red.

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara
​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara
Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan
​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua
kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:14 WIB

Atasi Ketidaksinkronan Regulasi, Pemerintah Putuskan Nasib Kapasitas Produksi PT Aqua Farm Nusantara

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:07 WIB

​Kejagung Pastikan BPK Bukan Satu-Satunya Lembaga yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:16 WIB

Bukan Sekadar Korupsi, Prof. Didik Rachbini Sebut Era Nadiem Rusak Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

​Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Langsung Peluk Istri dan Orangtua

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Berita Terbaru