Nama Mufli Budi Ananda Jadi Sorotan: Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufli Budi Ananda dan Raffi Ahmad. Foto: Ist.

Mufli Budi Ananda dan Raffi Ahmad. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Nama Mufli Budi Ananda mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial setelah namanya tercatat masuk dalam jajaran dewan komisaris PT Krakatau Posco. Penunjukan ini mengundang banyak pertanyaan publik, mengingat latar belakang yang selama ini dikenal oleh masyarakat.

Dalam struktur kepengurusan perusahaan, Mufli Budi Ananda tercatat menjabat sebagai Komisaris. Ia mendampingi Komisaris Utama Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro, sementara posisi Presiden Direktur tetap dipegang oleh Kim Young-Joong yang mewakili mitra usaha asal Korea Selatan.

Selama ini, Mufli lebih dikenal luas sebagai asisten pribadi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Ia kerap terlihat mendampingi dalam berbagai aktivitas, baik urusan bisnis maupun kegiatan resmi dan sehari-hari sang artis ternama itu.

Kabar penunjukannya langsung memicu reaksi beragam dari warganet. Banyak yang mempertanyakan kompetensi dan dasar yang digunakan dalam pengangkatan tersebut, mengingat ia sebelumnya tidak memiliki rekam jejak yang dikenal publik di industri baja maupun sektor manufaktur berskala besar.

Salah satu komentar yang ramai dibagikan datang dari akun X @GerradKevin, Minggu (28/6/2026) yang menuliskan, “Jujur ini paling gong. Asistennya Raffi Ahmad menjadi Komisaris Krakatau Posco.” Ungkapan ini dengan cepat menyebar dan telah dilihat oleh lebih dari 3,4 juta pengguna dalam waktu singkat.

BACA JUGA:  Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Tengah Bahagia Sambut Kelahiran Putra Kedua

Pertanyaan mendasar yang muncul adalah bagaimana proses penunjukan itu berjalan. Banyak warganet menduga adanya praktik jalur orang dalam atau yang sering disebut sebagai “ordal”, yang membuat seseorang bisa menduduki posisi strategis tanpa harus melalui tahapan seleksi yang transparan.

“Tidak tahu, kok bisa? Jalurnya gimana?” tulis akun tersebut lagi. Pertanyaan serupa juga bermunculan di platform lain, seperti di Threads yang ditulis @paltiwest, “Lagi ramai soal komisaris usia 27 tahun yang belum berpengalaman, paling epic sih asisten Raffi Ahmad.”

Berdasarkan penelusuran latar belakang pendidikannya, Mufli diketahui merupakan lulusan jenjang Diploma Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung. Ia kemudian melanjutkan studi ke Program Studi Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) mulai tahun 2014.

Namun, data yang tercatat dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) menunjukkan status akademiknya tercatat mengundurkan diri pada tahun ajaran 2018–2019. Artinya, ia diduga belum menyelesaikan pendidikan jenjang Sarjana S1 yang diambilnya.

BACA JUGA:  Gibran Apresiasi Donasi Musisi untuk Sumatera

PT Krakatau Posco sendiri merupakan perusahaan patungan strategis antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan perusahaan baja raksasa asal Korea Selatan, POSCO. Perusahaan yang beroperasi di Cilegon, Banten ini memiliki kapasitas produksi mencapai 3 juta ton baja per tahun.

Sebagai perusahaan yang mengelola aset dan produksi berskala besar, posisi komisaris memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya perusahaan serta menjaga kepentingan pemegang saham. Oleh karena itu, penunjukan pejabat di posisi ini biasanya diharapkan didasarkan pada keahlian dan pengalaman yang relevan.

Hingga berita ini disusun, manajemen PT Krakatau Posco belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan penunjukan Mufli Budi Ananda maupun kualifikasi yang menjadi pertimbangan. Publik pun masih menunggu klarifikasi agar keraguan dan pertanyaan yang berkembang dapat terjawab secara transparan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usulan Hentikan Latsarmil: Komisi I DPR Minta Materi Pelatihan Calon Manajer Kopdes Lebih Relevan
Kemhan Jelaskan Kronologi Meninggalnya Peserta SPPI saat Ikuti Latihan Dasar Militer
Konvensi ILO Kerja Layak Era Digital Jadi Acuan, Menaker Siap Perkuat Perlindungan Pekerja Platform
PKB PT KAI 2026–2028 Diteken, Wamenaker: Bukti Hubungan Industrial yang Sehat dan Berkeadilan
Buronan Paling Dicari Interpol China Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Pemain Besar Sindikat Scam
Ketua BEM FH UBK Terima Uang Rp20 Juta untuk Arahkan Demo: Perjuangan Mahasiswa Bisa Dibeli?
Kemnaker Umumkan Tiga Besar Calon Direktur Polteknaker Periode 2026–2030
Akhir Perjalanan Hukum Razman Arif Nasution: Dijebloskan ke Cipinang Usai Kalah di MA
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 11:18 WIB

Nama Mufli Budi Ananda Jadi Sorotan: Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:16 WIB

Usulan Hentikan Latsarmil: Komisi I DPR Minta Materi Pelatihan Calon Manajer Kopdes Lebih Relevan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:28 WIB

Kemhan Jelaskan Kronologi Meninggalnya Peserta SPPI saat Ikuti Latihan Dasar Militer

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:23 WIB

Konvensi ILO Kerja Layak Era Digital Jadi Acuan, Menaker Siap Perkuat Perlindungan Pekerja Platform

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:56 WIB

PKB PT KAI 2026–2028 Diteken, Wamenaker: Bukti Hubungan Industrial yang Sehat dan Berkeadilan

Berita Terbaru