Pancasila: Ideologi Negara dan “Way of Life” Sepanjang Masa

- Penulis

Jumat, 2 Juni 2023 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Prof. Dr. Drs. Sihol Situngkir, MBA.

Prof. Dr. Drs. Sihol Situngkir, MBA.

Oleh Prof. Dr. Drs. Sihol Situngkir, MBA

Pada hari lahirnya Pancasila 1 Juni 2023, penulis sebagai salah seorang lulusan pendidikan kepemimpinan nasional di Lemhannas RI angkatan PPRA 51 mempunyai pengalaman berharga digembleng di awal mengikuti pendidikan dengan materi modul Pancasila yang begitu padat, bernas dan berbobot.

Lemhannas RI sebagai lembaga pendidikan kepemimpinan nasional strategis yang merupakan hasil bentukan Ir. Soekarno ini merupakan sebuah lembaga kepemimpinan bergengsi di negeri berpenduduk sekitar 280 juta jiwa ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konteks Hari Lahir Pancasila 1 Juni, penulis merasa penting memaknai bahasa Sanskerta ini, yakni Panca artinya lima sedangkan sila artinya prinsip atau asas.

Sebagai dasar negara, tentu saja bahwa Pancasila sebagai hasil rumusan atas nilai-nilai luhur budaya nusantara juga merupakan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kita pantas bersyukur dan berterimakasih kepada para pendahulu (founding fathers) yang telah merumuskan Pancasila dengan baik.

Pada saat peringatan hari lahirnya Idiologi Negara Pancasila 1 Juni 2023 ini, kita pantas bergembira mengenang dan mengingat sejarah perjuangan para pendahulu kita dalam merumuskan Pancasila ini sebagai momen edukasi bagi generasi penerus.

Kita mendapat pesan agar jangan sekali-sekali melupakan sejarah (jasmerah).

Dalam sejarah, sederet nama-nama penting di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan, antara lain Dr. KRT Radjiman Widyodiningrat, Mohammad Yamin, Mohammad Hatta hingga Bung Karno dalam pidatonya 1 Juni 1945 spontan mengemukakan gagasan dasar Negara Republik Indonesia yakni Pancasila.

Secara historis pula, Bung Karno telah meramu 5 sila dari Pancasila berdasarkan nilai-nilai luhur budaya yang terkandung dari kehidupan masyarakat nusantara.

Betapa gigihnya Bung Karno memperjuangkan lahirnya Pancasila sebagai sumber pemersatu bangsa Indonesia.

BACA JUGA:  Syarikat Islam Resmikan Laznas Salam Sumatera Utara

Bung Karno pernah berpesan “Anakku…andai kau tahu, betapa Pancasila kami bentuk dengan darah dan air mata; semua ini semata-mata agar kalian tidak berkelahi anakku”.

Pesan hebat ini mesti kita camkan dan ingat selalu untuk meneguhkan hati dan jiwa kita untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi Negara dan pandangan hidup kita sepanjang masa.

Presiden Yugoslavia pernah menanyakan Bung Karno bagaimana mempersatukan Indonesia yang terdiri beribu pulau, beragam suku, golongan, agama dan kepercayaan tapi Bung Karno dengan konsep brilian dan percaya diri menunjukkan rasa optimismenya mengatakan bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) bangsa Indonesia.

Bung Karno bahkan dengan jiwa patriotismenya mengatakan bahwa dia telah menggali jauh dalam bumi nusantara mengenai tradisi-tradisi sendiri dan menemukan lima butir mutiara yang indah; ini lah yang termaktub sebagai lima sila dalam Pancasila.

Sebagai penghargaan tertinggi kepada para tokoh bangsa dalam merumuskan Pancasila, pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pada tanggal 1 Juni 2016 menerbitkan Keppres No. 24 Tahun 2016 mengenai hari lahir Pancasila dan juga sebagai hari libur nasional yang telah diberlakukan sejak tahun 2017 yang lalu.

Presiden Joko Widodo mewujudnyatakan jasmerah ini sebagai penghormatan tertinggi atas jasa para pahlawan yang telah bersusah payah menggali dan merumuskan ideologi Negara Pancasila, yang berimplikasi stratejik sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia sepanjang masa.

Penulis mencatat bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) bangsa Indonesia memiliki fungsi sebagai pedoman dalam bertindak dan berperilaku sehari-hari sesuai dengan tuntutan nilai nilai dari lima tersebut.

Kita jaga hubungan dengan Tuhan, aktualisasi nilai-nilai kemanusiaan, kerukunan dengan sesama, wujud musyawarah dan adil dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:  Eksekusi Aset Judol Inkracht Disetor Negara Lewat Kejagung

Berdasarkan telaahan penulis, Bung Karno bersama para pejuang lainnya telah berhasil meramu lima mutiara yang indah sebagai akar budaya bangsa Indonesia dan sebagai perekat bangsa Indonesia sehingga tetap utuh sepanjang masa.

Namun, jasmerah juga tetap kita ingat bahwa ulah segelintir oknum yang pernah mencobai dan menjatuhkan bahkan berniat mengganti Pancasila sebagai ideologi negara merupakan pembelajaran berharga meskipun pahit agar masyarakat Indonesia jangan gampang tergoda untuk melakukan penyelewengan pada masa yang akan datang.

Alhasil cobaan yang pernah terjadi selama ini tetap gagal atau sirna belaka alias tidak berdaya mengganggu ideologi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mengapa Pancasila begitu sakti?, karena masih kuatnya dukungan mayoritas bangsa Indonesia yang memiliki jiwa dan nilai luhur budaya yang melekat dalam dirinya dan punya keinginan hidup bersatu, hidup rukun dan hidup damai serta kuatnya nilai toleransi yang terbaik secara alamiah di tengah-tengah kehidupan sehari-hari dimanapun rakyat Indonesia berada.

Bangga menjadi bangsa Indonesia bila kita bertemu sesama bangsa Indonesia baik di Indonesia maupun di luar negeri. Inilah nilai luhur kebangsaan yang yang tidak tertandingi kekuatan nilainya dan bermakna berimplikasi strategis untuk kerukunan dan kedamaian bangsa serta keutuhan NKRI.

Terima kasih kita kepada Bung Karno atas nilai mutiara yang ditorehkan dalam rumusan Pancasila sehingga kami semua anak-anak mu terhindar dari segala bentuk perkelahian guna mengabadikan Pancasila sebagai Ideologi Negara sepanjang masa.*** (Penulis adalah Guru Besar Universitas Jambi, mantan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Kemsetneg RI, mantan Rektor Unika Santo Thomas Sumatera Utara)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi VIII Pastikan Kesiapan Layanan & Mitigasi Kedaruratan di Embarkasi Medan
Tekan Inflasi, Gubernur Bobby Kirim 1.050 Ton Cabai Merah ke Palangkaraya
Sosok Kajati Sumut Baru Muhibuddin
Pejabat Eselon Medan Dilantik, Wali Kota Beri Ultimatum Kinerja
Bobby Nasution: PORWASU 2026 Jadi Wadah Strategis Perkuat Sinergi Pemerintah dan Pers
Sinergi Demokrat – Kejati: Harmoni Penegakan Hukum Sumut
Narasi LLDIKTI 1 Dinilai Menggiring Opini, Pengurus Lama Diduga Dijadikan Kambing Hitam Konflik Yayasan Darma Agung
SPI UIN SU: Pilihan Relevan Gen Z Era AI

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:53 WIB

Komisi VIII Pastikan Kesiapan Layanan & Mitigasi Kedaruratan di Embarkasi Medan

Kamis, 23 April 2026 - 16:01 WIB

Tekan Inflasi, Gubernur Bobby Kirim 1.050 Ton Cabai Merah ke Palangkaraya

Selasa, 21 April 2026 - 18:22 WIB

Sosok Kajati Sumut Baru Muhibuddin

Jumat, 17 April 2026 - 14:47 WIB

Pejabat Eselon Medan Dilantik, Wali Kota Beri Ultimatum Kinerja

Jumat, 10 April 2026 - 20:14 WIB

Bobby Nasution: PORWASU 2026 Jadi Wadah Strategis Perkuat Sinergi Pemerintah dan Pers

Berita Terbaru