Pasar Global Terguncang: Harga Minyak Dunia Meroket Akibat Blokade Selat Hormuz

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blokade Selat Hormuz oleh AS Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia, Pasokan Energi Terancam. Foto: Ist.

Blokade Selat Hormuz oleh AS Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia, Pasokan Energi Terancam. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Pasar energi global kembali memasuki fase turbulensi hebat pada pembukaan perdagangan Minggu (19/4/2026). Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak tajam sebagai reaksi spontan terhadap kebuntuan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan yang berujung pada penutupan kembali Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran akan kelangkaan pasokan energi di tingkat internasional.

Di Chicago Mercantile Exchange, harga minyak mentah AS (WTI) tercatat melambung sebesar 6,4 persen, menyentuh angka $87,90 per barel hanya dalam satu jam setelah perdagangan dimulai. Kenaikan signifikan ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap setiap perkembangan militer yang terjadi di kawasan Teluk Persia, yang merupakan urat nadi distribusi minyak dunia.

Setali tiga uang, minyak mentah Brent yang menjadi standar internasional juga mengalami lonjakan sebesar 5,8 persen ke level $95,64 per barel. Padahal, pada perdagangan Jumat sebelumnya, harga sempat anjlok hingga 9 persen karena adanya harapan pembukaan kembali jalur pelayaran. Namun, optimisme tersebut sirna seketika menyusul eskalasi terbaru di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemicu utama kembalinya ketidakpastian ini adalah keputusan Teheran untuk membatalkan pembukaan Selat Hormuz. Langkah tersebut diambil sebagai balasan atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap berlaku. Adu urat syaraf ini pun berlanjut dengan aksi penembakan terhadap beberapa kapal kargo pada hari Sabtu.

BACA JUGA:  Tembus Blokade AS, Dua Supertanker Iran Berhasil Keluar dari Selat Hormuz

Situasi semakin memanas setelah Trump mengumumkan bahwa militer AS telah menyerang dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran secara paksa. Kapal tersebut dituduh berusaha menghindari blokade laut yang diterapkan Washington. Sebagai respons, komando militer gabungan Iran mengeluarkan sumpah akan melakukan pembalasan yang setimpal terhadap aset-aset Amerika di kawasan tersebut.

Lonjakan harga pada hari Minggu ini praktis menghapus hampir seluruh penurunan harga yang sempat memberikan napas lega pada akhir pekan lalu. Para pelaku pasar kini kembali meragukan keamanan jalur distribusi minyak di Timur Tengah. Ketakutan akan terjadinya gangguan pasokan jangka panjang membuat para spekulan dan investor cenderung mengambil posisi aman dengan harga tinggi.

Perang antara AS-Israel melawan Iran yang kini telah memasuki minggu kedelapan di tahun 2026 ini diakui sebagai salah satu krisis energi terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Konflik ini bermula sejak serangan mendadak pada akhir Februari lalu, yang kemudian memicu serangan balasan udara terhadap negara-negara Teluk penghasil minyak lainnya.

Dampak dari krisis ini sangat dirasakan oleh negara-negara di Asia dan Eropa yang sangat bergantung pada impor minyak dari Teluk. Terhentinya pasokan dan pengurangan kuota produksi telah memukul sektor industri dan transportasi di wilayah tersebut. Meskipun demikian, kenaikan harga bensin dan bahan bakar jet juga mulai mencekik konsumen di seluruh belahan dunia.

Jika dibandingkan dengan masa sebelum konflik, harga minyak mentah dunia saat ini telah mengalami fluktuasi yang sangat liar. Sebelum 28 Februari, minyak diperdagangkan di kisaran $70 per barel, namun sempat menyentuh angka ekstrem di atas $119 saat konflik mencapai puncaknya. Harga saat ini menunjukkan ketidakstabilan yang masih menghantui ekonomi global.

BACA JUGA:  Aksi Nyata Miliarder Dunia: Beli Ratusan Ribu Hektar Lahan Demi Konservasi Hutan

Para analis industri memberikan peringatan keras bahwa semakin lama Selat Hormuz ditutup, maka dampak ekonomi yang ditimbulkan akan semakin destruktif. Selat ini merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak bumi dunia. Penutupan total atau parsial dalam waktu lama dapat menyebabkan harga energi melambung ke titik yang tidak terkendali bagi negara berkembang.

Di sisi lain, Iran tampak semakin memperketat upayanya untuk memastikan Selat Hormuz tidak bisa dilalui dengan bebas tanpa izin mereka. Kehadiran kapal perusak AS dan pengawasan ketat dari udara justru memicu taktik perang asimetris dari pihak Teheran. Hal ini menciptakan risiko tinggi bagi kapal tanker komersial yang berani melintasi wilayah perairan tersebut.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda deeskalasi dari kedua belah pihak. Dengan berakhirnya gencatan senjata yang semakin dekat, dunia kini berada di ambang ketidakpastian ekonomi yang lebih dalam. Jika diplomasi terus menemui jalan buntu, maka harga minyak dunia diprediksi akan terus mencetak rekor baru yang semakin membebani masyarakat global. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelombang PHK Besar-besaran: Meta Potong 8.000 Karyawan, Ganti dengan AI
Perang Blokade Memanas: AS Tutup Selat Hormuz, Iran Balas dengan Larangan Serupa
Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Selama 3 Minggu
Ketegangan Meningkat: Iran Kecam Blokade AS, Anggap sebagai Agresi Terbuka
Tembus Blokade AS, Dua Supertanker Iran Berhasil Keluar dari Selat Hormuz
Jepang Siaga Tinggi: Gempa M 7,4 Guncang Sanriku, Peringatan Tsunami 3 Meter Diterbitkan
Eskalasi di Teluk: Blokade AS dan Insiden Kapal Touska Picu Kebuntuan Negosiasi
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Tuding AS Lakukan Pembajakan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:14 WIB

Gelombang PHK Besar-besaran: Meta Potong 8.000 Karyawan, Ganti dengan AI

Jumat, 24 April 2026 - 11:02 WIB

Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Selama 3 Minggu

Rabu, 22 April 2026 - 16:31 WIB

Ketegangan Meningkat: Iran Kecam Blokade AS, Anggap sebagai Agresi Terbuka

Rabu, 22 April 2026 - 13:55 WIB

Tembus Blokade AS, Dua Supertanker Iran Berhasil Keluar dari Selat Hormuz

Senin, 20 April 2026 - 16:13 WIB

Jepang Siaga Tinggi: Gempa M 7,4 Guncang Sanriku, Peringatan Tsunami 3 Meter Diterbitkan

Berita Terbaru