Saat ini harga minyak mentah dunia telah berada di kisaran 117 dolar AS per barel. Lonjakan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya krisis ekonomi global seperti yang pernah terjadi pada tahun 2008.
Dari sisi domestik, pasar juga merespons negatif potensi membengkaknya defisit anggaran pemerintah. Harga minyak dunia yang jauh melampaui asumsi pemerintah dinilai dapat memaksa pemerintah melakukan penyesuaian anggaran.
Kondisi ini diperkirakan berdampak pada sejumlah program pemerintah yang berpotensi mengalami pengurangan anggaran, termasuk program sosial seperti Makan Bergizi Gratis.
Selain itu, sentimen politik dalam negeri juga ikut memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Berbagai wacana kebijakan yang muncul di tengah ketidakpastian global dinilai turut menambah tekanan pada pasar.
Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 211,38 poin atau sekitar 2,79 persen ke posisi 7.374,31. Sementara nilai tukar rupiah dibuka di level Rp17.019 per dolar AS, melemah dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp16.925 per dolar AS. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.








