PDI Perjuangan, Pancasila dan Islam Memiliki Satu Tarikan Nafas Sejarah Indonesia

Rabu, 30 Maret 2022 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berlangsung selama lima hari sejak tanggal 25–29 Maret, Pendidikan Kader Madya PDI Perjuangan Sumatera Utara akhirnya resmi ditutup. (ist)

Berlangsung selama lima hari sejak tanggal 25–29 Maret, Pendidikan Kader Madya PDI Perjuangan Sumatera Utara akhirnya resmi ditutup. (ist)

Medan-Mediadelegasi: Berlangsung selama lima hari sejak tanggal 25–29 Maret, Pendidikan Kader Madya PDI Perjuangan Sumatera Utara akhirnya resmi ditutup oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat pada Selasa (29/3) melalui virtual di Aula LPMP Jalan Bunga Raya Asam Kumbang Medan

Dalam sambutan penutup sekaligus penyampaian sesi materi terakhir tentang Revolusi Mental dan Trisakti, Djarot menyampaikan bahwa keberhasilan program Revolusi Mental di dalam tubuh PDI Perjuangan menjadi kunci, untuk meraih kemenangan pada Pemilu tahun 2024 nanti

“Sistem Pemilu yang masih menganut electoral terbuka menyebabkan muncul watak pragmatisme pemilih dan bahkan kader partai itu sendiri. Oleh karena itu untuk mencapai target hettrick dan melawan mental pragmatisme tersebut, maka kader-kader PDI Perjuangan harus segera merevolusi mentalnya sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bung Karno, karena keberhasilan program Revolusi Mental adalah kunci menuju kemenangan itu,” ujar Djarot

Pendidikan Kader Madya yang diikuti 105 peserta menghadirkan beberapa pembicara dari DPP PDI Perjuangan yaitu Bambang Wuriyanto, Ahmad Baskara, Sukur Nababan serta menghadirkan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, sementara narasumber dari DPD PDI Perjuangan adalah Aswan Jaya, Samulya Surya Indra, Alamsyah Hamdani. Jumiran Abdi dan Sarma Hutajulu bertinda sebagai Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah

BACA JUGA:  Momentum HUT 53: PDI Perjuangan Perkuat Ekonomi Rakyat

Saat menyampaikan materi Pemenangan Pemilu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuriyanto menyatakan, bahwa pengalaman Pemilu tahun 2009, 2014 dan 2019 telah menyebabkan banyak caleg yang kalah jadi abu dan menang jadi arang, hal ini karena system pemilu yang sangat liberal dan prgamagtis,

“Untuk menghadapi Pemilu Tahun 2024 dengan target hettrick di tengah system yang masih sama dengan Pemilu tahun-tahun sebelumnya, maka PDI Perjuangan akan menggunakan strategi gotong-royong, tidak diperkenankan lagi main sendiri-sendiri, karena gotong royong bagian dari kerja-kerja ideologis partai,” sebut Ketua Komisi III DPR RI yang akrab disapa Bambang Pacul

Senada dengan hal tersebut, Ahmad Baskara dalam sesinya Pidato Soekarno Pancasila 1 Juni 1945 dan Islam, menyampaikan bahwa Pancasila sebagaimana yang tercantum dalam Alenia IV Pembukaan UUD 45 adalah hasil ijtihad para ulama Islam, untuk satu kesadaran yang utuh yaitu Kemerdekaan Indonesia harus diberikan dan disatukan untuk semua anak bangsa Indonesia, tanpa ada pembedaan sama sekali,

BACA JUGA:  Realisasikan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak

“Sesungguhnya antara gerakan Islam, Pancasila dan PDI Perjuangan adalah satu tarikan nafas gerakan sejarah yang tak terpisahkan, satu tarikan nafas ini adalah keinginan yang kuat untuk mempersatukan Indonesia satu bingkai negara kesatuan yang berazaskan Pancasila,” lanjut Ahmad Baskara

Selanjutnya, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon dalam sambutan penutupnya menyampaikan bahwa keberhasilan Pendidikan Kader Madya tidak semata-mata diukur dari keberhasilan pelaksaan selama 5 hari ini, tetapi keberhasilan PKM ini ditentukan dari kerja-kerja turun kerakyat dan menjadi api penerang dari berbagai persoalan rakyat. D|Rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa ISTP Demo Tuntut Kampus Dibuka, Ahli Waris TD Pardede: Tanggung Jawab Yayasan Hana Nelsri Kaban dan LLDikti
Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru