PDIP: Keakraban Prabowo dan Megawati Bukan Hal Baru, Harus Bawa Manfaat bagi Rakyat

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ramah tamah Presiden Prabowo dan Wapres Gibran dengan Megawati dan Jusuf Kalla. Foto: Ist.

Suasana ramah tamah Presiden Prabowo dan Wapres Gibran dengan Megawati dan Jusuf Kalla. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Momen kebersamaan dan keakraban antara Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang terlihat jelas usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026, bukanlah sesuatu yang tiba-tiba atau baru terjadi. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, yang menilai hubungan baik keduanya sudah terjalin sejak lama, baik secara pribadi maupun politik.

Menurut Andreas, interaksi hangat dan rasa saling menghormati antara Prabowo dan Megawati sudah menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan politik kedua tokoh besar bangsa ini. Ia menegaskan bahwa keduanya sudah saling mengenal dan berkomunikasi dengan baik sejak bertahun-tahun silam, sehingga momen kompak yang disaksikan publik kemarin hanyalah wujud nyata dari hubungan yang memang sudah terbangun kuat.

“Dari dulu juga Bu Mega dan Pak Prabowo secara pribadi saling mengenal dan berkomunikasi dengan baik,” ujar Andreas kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/6/2026), saat dimintai komentar mengenai perhatian publik yang tertuju pada kedekatan kedua pemimpin tersebut.

Sebagai bukti kedekatan dan rasa hormat itu, Andreas mencontohkan bagaimana sikap terbuka Prabowo yang kerap menyampaikan apresiasi besar terhadap peran dan pengaruh Megawati dalam perjalanan karier politiknya. Bahkan, keduanya pernah bersatu dalam satu tiket pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden pada ajang Pemilihan Umum Presiden tahun 2009 silam, sebuah momen sejarah yang mempererat ikatan politik di antara keduanya.

Oleh karena itu, Andreas menilai pemandangan akrab di antara Prabowo dan Megawati merupakan sinyal positif bagi situasi politik dan kenegaraan saat ini. Namun, keakraban antar-pemimpin bangsa ini tentu harus memiliki tujuan yang lebih besar dan mulia, yakni demi kepentingan masyarakat luas.

BACA JUGA:  Meriahkan Peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI

“Keakraban antara pemimpin tentu baik, tetapi tentu keakraban tersebut juga diharapkan membawa kebaikan untuk rakyat, bangsa dan negara,” ungkap Andreas, menekankan bahwa persatuan antar-pemimpin harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sikap dan pandangan yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Ia secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap suasana penuh kehangatan dan persaudaraan yang terjalin antara Presiden Prabowo dengan Ibu Megawati dalam rangkaian peringatan hari bersejarah bangsa tersebut.

“PDI Perjuangan merasa terhormat dan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila,” kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).

Menurut Hasto, momen kebersamaan itu mengandung makna mendalam tentang semangat gotong royong dan persaudaraan kebangsaan. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan dan menjadi modal utama bangsa Indonesia saat ini dalam menghadapi berbagai tantangan berat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Ia juga menyoroti adanya kualitas hubungan yang dibangun keduanya, yang tidak hanya sekadar formalitas, melainkan didasari oleh komunikasi yang baik, rasa hormat yang tinggi, dan kesepahaman bersama. Bagi Hasto, Prabowo dan Megawati sama-sama adalah tokoh bangsa yang memiliki tanggung jawab sejarah besar untuk menjamin masa depan Indonesia tetap berjalan di jalan yang benar.

“Ibu Megawati dan Presiden Prabowo sama-sama menunjukkan penghormatan satu sama lain sebagai tokoh bangsa yang memiliki tanggung jawab sejarah terhadap masa depan Indonesia,” tambah Hasto, melihat interaksi keduanya sebagai cerminan persatuan kekuatan besar bangsa.

BACA JUGA:  Polri Buka Penerimaan Bintara Brimob 2026, Siapkan Generasi Bhayangkara Tangguh Hadapi Era Digital

Salah satu momen paling menyita perhatian publik kemarin adalah saat Presiden Prabowo Subianto terlihat menggandeng tangan Megawati Soekarnoputri seusai upacara yang berlangsung khidmat di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI. Momen itu terjadi tepat setelah Prabowo selesai memimpin langsung jalannya upacara peringatan.

Setelah kembali ke tempat duduknya, Prabowo berkeliling menyapa dan bersalaman dengan sejumlah tokoh penting yang hadir. Mulai dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang duduk di sebelah Megawati, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mantan Wakil Presiden KH. Maruf Amin, hingga para menteri Kabinet Merah Putih seperti Mendagri Tito Karnavian dan Menbudpar Fadli Zon.

Prabowo juga menyapa para pimpinan lembaga tinggi negara, termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sambil menunggu Prabowo menyapa para tamu undangan, Megawati, Jusuf Kalla, dan Maruf Amin tampak bercengkerama santai, hingga akhirnya berjalan beriringan mengikuti langkah Presiden menuju bagian dalam gedung.

Di momen paling hangat, Prabowo sempat mempersilakan Megawati berjalan lebih dulu mengingat posisinya sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP. Namun, Megawati justru mempersilakan Prabowo berjalan paling depan, sempat bergurau sambil menarik tangan Presiden agar berjalan di depan. Akhirnya, keduanya berjalan beriringan, saling tersenyum dan tertawa, menutup hari bersejarah itu dengan suasana persatuan yang kuat dan penuh kehangatan. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Usulan Sipil Pimpin Polri: Sahroni Minta Pigai Fokus Urus Pelanggaran HAM
Proses Pemulangan Berjalan Lancar, 29.344 Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air
Kecelakaan Maut Tol Pekanbaru-Dumai: Sopir Hiace Diduga Tertidur Sesaat, 5 Orang Tewas
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Kembali, Kolom Abu Setinggi 1.500 Meter Mengarah Barat
Polres Jakarta Utara Kejar Pemilik Utama, Peredaran Vape Etomidate di Alexa Suites Berlangsung 3 Bulan
Rumah Orang Tua Mantan Pj Bupati Kerinci Ludes Terbakar, Armada Damkar Lokal Rusak Hambat Penanganan
Posisi Wakil Menteri Imipas Belum Diisi, Silmy Karim Diduga Terima Rp 100 Juta Per Pekan dari Praktik Pemerasan
Strategi Fiskal-Moneter Dikerahkan BI: Upaya Kuat Kembalikan Kekuatan Rupiah yang Tembus Rp18.000
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:59 WIB

Polemik Usulan Sipil Pimpin Polri: Sahroni Minta Pigai Fokus Urus Pelanggaran HAM

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:17 WIB

Proses Pemulangan Berjalan Lancar, 29.344 Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:37 WIB

Kecelakaan Maut Tol Pekanbaru-Dumai: Sopir Hiace Diduga Tertidur Sesaat, 5 Orang Tewas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:14 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Kembali, Kolom Abu Setinggi 1.500 Meter Mengarah Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:17 WIB

Polres Jakarta Utara Kejar Pemilik Utama, Peredaran Vape Etomidate di Alexa Suites Berlangsung 3 Bulan

Berita Terbaru