“Untuk distribusi logistik melalui jalur udara, cuaca yang aman menjadi faktor mutlak. Unit helikopter sangat membutuhkan kondisi cuaca yang kondusif agar keselamatan penerbangan terjamin dan bantuan bisa sampai tepat waktu kepada masyarakat,” ujar Aam.
Dia menegaskan bahwa keselamatan personel dan efektivitas operasi menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan. Karena itu, seluruh pelaksanaan OMC dilakukan dengan koordinasi intensif bersama BMKG sebagai otoritas yang menyediakan analisis dan prakiraan cuaca secara komprehensif.
BNPB bersama BMKG terus memantau perkembangan awan hujan, pola angin, serta faktor atmosfer lainnya untuk menentukan waktu dan wilayah yang tepat bagi pelaksanaan OMC. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan agar strategi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Dengan mengintensifkan OMC, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko bencana hidrometeorologi dan mempercepat proses pemulihan pascabencana. Langkah ini merupakan bagian dari upaya komprehensif pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dan mengikuti informasi serta arahan dari pihak berwenang. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.









