Pemerintah Pastikan Tidak Akan Impor Beras, Gula, dan Jagung di 2026

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan-Mediadelegasi: Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengimpor beras, gula konsumsi, maupun jagung di 2026. Hal ini karena sisa ketersediaan stok atau carry over stock dari 2025 masih melimpah.

 

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa carry over stock beras dari 2025 ke 2026 tercatat sebesar 12,529 juta ton. Jumlah tersebut sudah termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton per 31 Desember 2025.

 

Dengan asumsi kebutuhan konsumsi beras nasional sekitar 2,591 juta ton per bulan, stok tersebut diperkirakan mampu mencukupi hampir lima bulan di awal 2026. Selain itu, proyeksi produksi beras nasional sepanjang 2026 yang diperkirakan mencapai 34,7 juta ton, stok beras nasional di akhir 2026 diproyeksikan semakin menguat hingga 16,194 juta ton.

 

Untuk komoditas jagung, carry over stock menuju 2026 tercatat sebesar 4,521 juta ton. Stok tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan nasional hampir tiga bulan, dengan asumsi kebutuhan bulanan sebesar 1,421 juta ton.

BACA JUGA:  Bunga KUR Dibebaskan Pemerintah Untuk Korban Bencana Sumatera

 

Produksi jagung nasional sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 18 juta ton, sehingga stok akhir tahun 2026 diperkirakan berada di level 4,581 juta ton. Bapanas juga memperkirakan adanya potensi ekspor jagung pada 2026 sebesar 52,9 ribu ton.

 

Sementara itu, impor jagung untuk pakan, benih, maupun kebutuhan rumah tangga dipastikan tidak dilakukan. Untuk gula konsumsi, carry over stock ke 2026 diperkirakan mencapai 1,437 juta ton.

 

Dengan kebutuhan konsumsi bulanan sekitar 236,4 ribu ton, stok tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan hingga enam bulan. Produksi gula nasional pada 2026 diestimasikan mencapai 2,72 juta ton, sehingga stok akhir tahun diperkirakan berada di angka 1,32 juta ton.

 

Pemerintah juga memutuskan tidak ada impor gula konsumsi sepanjang 2026. Ketut menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Indonesia juga telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas pangan lain.

 

“Jangan lupa dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia sudah tidak membutuhkan impor untuk kebutuhan konsumsi bawang merah, cabai, telur ayam ras, dan daging ayam. Indonesia telah sufficient. Produksi petani dan peternak kita mumpuni,” ujar Ketut.

BACA JUGA:  Nadiem Makarim Didakwa Korupsi Chromebook Rp809 Miliar, Diduga Perkaya Diri Sendiri dan Puluhan Pihak Lain

 

Diketahui, produksi bawang merah nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 1,397 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi tahunan berada di 1,239 juta ton. Untuk cabai besar dan cabai rawit, produksi nasional masing-masing mencapai 1,609 juta ton dan 1,744 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi tahunan yang masing-masing berada di 920,3 ribu ton dan 904,8 ribu ton.

 

Hal serupa juga terjadi pada telur ayam ras dan daging ayam ras. Pada 2025, produksi telur ayam ras diperkirakan mencapai 6,532 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 6,487 juta ton. Sementara produksi daging ayam ras mencapai 4,287 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 4,139 juta ton.

 

Data tersebut menunjukkan masih adanya surplus produksi terhadap konsumsi. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf

Berita Terbaru