Medan – Mediadelegasi : Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengajak Polda Sumut untuk terus berkolaborasi dalam mewujudkan rasa aman dan tertib di masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan fondasi yang kuat bagi Sumatera Utara yang maju, unggul, dan berkelanjutan.
Bobby Nasution menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Polda Sumut dalam menjaga stabilitas keamanan. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi Kapolda Sumut, Whisnu Hermawan Februanto. Stabilitas keamanan sangat penting untuk keberhasilan pembangunan.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, Pemprov Sumut meluncurkan Program Perlindungan Rakyat melalui Restorative Justice (PRESTICE). Program ini bertujuan untuk mencegah kriminalisasi berlebihan, memberikan akses bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu dan menyelesaikan konflik sosial melalui mediasi dan pendekatan damai, ujar Bobby Nasution
PRESTICE akan dijalankan melalui pembentukan satuan tugas lintas instansi, termasuk aparat hukum, tokoh masyarakat, dan advokat, serta didukung oleh klinik hukum gratis dan layanan pengaduan online-offline.
“Diharapkan, program ini mampu menurunkan ketegangan sosial, mengurangi praktik pungli, dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat,” kata Bobby Nasution.
Program ini dirancang untuk mulai berjalan secara penuh pada Januari 2026, sebagai bagian dari komitmen Sumut untuk membangun keadilan yang merata dan menyentuh seluruh lapisan warga.
Disampaikan juga, program PRESTICE merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Selain itu ada juga Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), Program Berobat Gratis (PROBIS), Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pertanian (JAGA KOMPER), Program Digitalisasi Pelayanan Publik “Cepat, Responsif, Handal dan Solutif” (CERDAS), dan Program Infrastruktur Strategis Terintegrasi (INSTANSI).
Sementara itu, Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan peran Polda Sumut dalam menjaga stabilitas ekonomi di wilayah Sumut. Whisnu memaparkan sejumlah data terkait inflasi Sumut, ekspor Sumut, memastikan stok kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), hingga sektor pariwisata di Sumut.
Untuk itu, Polda Sumut telah melakukan upaya preemtif, preventif, dan refresif. Satgas Pangan Polri juga melakukan upaya represif (Gakkum) sebagai ultimum remedium, tanpa mengganggu alur distribusi maupun ketersediaan stok di lapangan. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasar serta memastikan bahan pokok tetap tersedia dan terjangkau oleh masyarakat tanpa menimbulkan gangguan pada rantai distribusi.
Turut hadir pada saat itu Wakil Gubernur Sumut Surya, Pj Sekdaprov Sumut Effendy Pohan, Kepala Inspektorat Sumut Sulaiman Harahap, dan sejumlah pimpinan OPD dan jajaran Polda Sumut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






