Ia menambahkan bahwa proyek ini telah dirancang dan mulai dibangun sejak tahun 2023, dan saat ini tinggal menunggu proses lelang. Ditargetkan pada tahun 2027–2028, pengembangan ekonomi di Sumut dan Riau dapat terealisasi secara signifikan.
Koneksi jaringan pipa ini nantinya akan menghubungkan sumber-sumber gas di Sumatera bagian utara dengan jaringan gas di Jawa bagian timur. Pada tahun 2027, ditargetkan jaringan gas Sumatera–Jawa sudah terhubung sepenuhnya, dan pada tahun 2028, produksi gas dari wilayah Andaman akan ikut masuk ke dalam jaringan tersebut.
Untuk mempercepat pembangunan dan menekan biaya, Ditjen Migas berencana untuk memanfaatkan ruas jalan tol dan jalan nasional dengan mekanisme sewa, sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan baru. Proyek yang melibatkan 11 kabupaten/kota di Sumut ini memerlukan dukungan penuh dari Pemprov Sumut.
“Kami meminta dukungan dari pemerintah daerah untuk merekomendasikan dukungan pada pembangunan ini. Ini juga merupakan program prioritas Presiden dalam rangka mewujudkan ketahanan energi nasional,” tegas Gobmar. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.








