Penataan Kesawan Program Penting & Layak Didukung Semua Pihak Medan

Kamis, 8 April 2021 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan-Mediadelegasi: Penataan heritage sebagai salah satu program prioritas utama Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM terus mendapat dukungan.

Tidak hanya para budayawan, kalangan seniman juga mengapresiasi penuh upaya yang dilakukan orang nomor satu di Pemko Medan tersebut.

Kawasan kota lama Kesawan yang dipenuhi banyak bangunan tua pun akan direvitalisasi untuk dikembalikan ke bentuk awalnya. Sebagai langkah awal, Wali Kota pun telah melaunching Kesawan City Walk. Keindahan bangunan tua dikolaborasikan dengan aneka kuliner Kota Medan yang akan diproyeksikan menjadi The Kitchen of Asia, sehingga menjadi magnet untuk mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Langkah cerdas Wali Kota ini pun langsung mendapat apresiasi dan dukungan dari Teja Purnama Lubis, salah satu seniman di Kota Medan.

Menurut pria yang sudah berkesenian sejak masih berseragam sekolah itu, kota yang maju dan beradab adalah kota yang menghargai dan merawat peninggalan-peninggalan sejarah.

“Kemajuan zaman semestinya tidak melindas sejarah, namun sebaliknya memberikan ruang, mengaksentuasikan, dan mengeksplorasinya untuk meraih kemajuan di masa kini dan masa depan. Apa yang dilakukan Wali Kota sudah tepat dan sangat cerdas. Untuk itu, penataan kawasan bersejarah Kesawan merupakan sebuah program yang penting dan layak didukung semua pihak,” kata Teja.

BACA JUGA:  Suji Hartono, 'Laskar Semut' Pengumpul Peluru Belanda

Selain itu imbuh pria yang hingga kini masih menulis puisi, cerpen dan esai tersebut, penataan dan pembenahan kawasan Kesawan juga akan diikuti dengan mengembalikan arcade-arcade. Dikatakannya, arcade ini bukan hanya sekedar mencerminkan keindahan arsitektur, tetapi juga ada keindahan hati di sana, ada penghargaan dan penghormatan terhadap manusia di sana.

“Bayangkanlah, bagaimana nyamannya dulu pejalan kaki di kawasan Kesawan. Mereka tidak terganggu oleh panas maupun hujan karena berada di bawah naungan arcade,” ungkap pria yang pernah menampilkan sejumlah pagelaran tunggal maupun berkolaborasi dengan sejumlah penyair dalam pertunjukan “Membaca Tradisi” dan “Katarsis” tersebut.

Apalagi, ungkap Teja, pembenahan kawasan Kesawan yang dipadukan branding kuliner Medan sebagai The Kitchen of Asia sebuah pemikiran yang cerdas.

“Untuk meraih itu tentu diperlukan usaha gigih dan langkah-langkah sistematis namun progresif. Proses produksi dan penyajian akan menambah nilai jual produk kuliner Medan yang beragam dan dapat mewakili kuliner Asia ini,” paparnya.

BACA JUGA:  Fokksa Ajak Masyarakat Samosir Dukung Revalidasi Geopark Kaldera Toba

Untuk mewujudkan hal itu, bilang Teja, tentunya diperlukan kolaborasi dengan para seniman. Sebab, seni memberikan ruh pada pembangunan. Berbagai pergelaran kesenian, baik modern, tradisi, maupun kolaborasi tradisi dan modern, yang dikelola dengan baik akan menjadi atraksi menambah bobot wisata sejarah di kawasan Kesawan.

“Para sastrawan maupun dramawan dirangsang berkarya dengan mengambil inspirasi dari kisah-kisah bersejarah yang ada maupun yang berkaitan dengan kawasan tersebut,” sarannya.

Sebagai penutup, pencipta puisi “Akulah Medan” itu menyampaikan penggalan puisinya tentang Kota Medan. “Akulah Medan, cinta yang menjelma kota, saat Guru dan Putri Brayan menyatu jiwa, di pernikahan alir Deli dan Babura. Akulah Medan, cinta yang membasuh ambisi, saat Kolok menyilakan Kecik, menyuburkan harapan di tanah kebaikan. Jangan harap ku buang kenangan yang terus berbinar, di sayap kupu-kupu dan senja itu…” pungkasnya. D|Med-Gur|ril.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yayasan Oysani Generasi Peduli Audiensi ke Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, Paparkan Kinerja & Rencana Kolaborasi
Isu Rebutan Proyek LPJU Ratusan Miliar Bergulir, Kadishub Medan Bungkam Saat Dikonfirmasi
Berebut Proyek LPJU Medan Ratusan M, Wali Kota dan Kadishub Belum Menjawab
Kontroversi Dian Cina, Isu Kendalikan Narkoba hingga Desakan ke Nusakambangan
Proyek LPJU Kota Medan Rp100 Miliar Lebih Disorot, Empat Kelompok Berebut Jadi Pemenang
LHKPN Jadi Tanda Tanya, Ini Rekam Jejak Kontroversi Kapolrestabes Medan
DPP Garda Kamtibmas Minta Dian Cina Dipindahkan ke Nusakambangan
Penunjukan Kadisdik Medan Disorot, Kasus BLUD Pirngadi Kembali Jadi Sorotan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:36 WIB

Yayasan Oysani Generasi Peduli Audiensi ke Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, Paparkan Kinerja & Rencana Kolaborasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:14 WIB

Isu Rebutan Proyek LPJU Ratusan Miliar Bergulir, Kadishub Medan Bungkam Saat Dikonfirmasi

Senin, 27 Juli 2026 - 17:51 WIB

Berebut Proyek LPJU Medan Ratusan M, Wali Kota dan Kadishub Belum Menjawab

Senin, 27 Juli 2026 - 13:41 WIB

Kontroversi Dian Cina, Isu Kendalikan Narkoba hingga Desakan ke Nusakambangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:12 WIB

Proyek LPJU Kota Medan Rp100 Miliar Lebih Disorot, Empat Kelompok Berebut Jadi Pemenang

Berita Terbaru

Foto: Hendra

Kabupaten Deli Serdang

Kreatif! Mahasiswa UNIMED Olah Daun Kelor Jadi Donat

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:13 WIB